Dengan penuh tawa dan momen yang mengharukan, film ini mengajak penonton untuk
merenung tentang absurditas hidup, kerinduan, memaafkan, dan bagaimana akhirnya
kita belajar untuk berdamai dengan kekecewaan. Melalui kisah ini, Anak Medan Cocok
Ko Rasa memberikan gambaran tentang berbagai problematika kehidupan yang
dihadapi banyak orang, terutama generasi muda yang terus berjuang mengejar mimpi meskipun dihadapkan dengan berbagai tantangan.
Menurut produser Agustinus Sitorus, film ini tidak sekadar menyajikan kisah
persahabatan, tetapi juga memotret berbagai problematika hidup yang banyak dialami
oleh generasi muda saat ini. “Melalui Anak Medan Cocok Ko Rasa, kami ingin
menunjukkan bahwa masalah besar yang sering dihadapi anak muda, seperti impian
yang terkubur, hubungan yang terpisah, hingga perasaan rindu dan kekecewaan,
sebenarnya adalah bagian dari kehidupan yang universal. Kami memilih Medan
sebagai latar karena kota ini memiliki karakter yang kuat, penuh dinamika sosial dan
ekonomi yang menggambarkan perjuangan hidup anak muda, terutama bagi mereka
yang merantau. Medan adalah kota yang kaya akan keragaman dan budaya, tempat
yang menjadi cerminan kehidupan banyak anak muda Indonesia yang berusaha
mengejar mimpi, tetapi tidak melupakan akar mereka,” jelas Agustinus.
Ia juga menambahkan, film ini dikemas dengan sentuhan drama komedi yang segar,
karena baginya, dalam menghadapi kerasnya hidup, ada kalanya kita harus
menertawakan kenyataan. “Lewat tawa dan kisah para tokohnya, kami ingin mengajak
penonton melihat bahwa hidup, seberat apa pun, tetap layak untuk dinikmati dan
ditertawakan bersama,” tutup Agustinus.
Proses produksi Anak Medan Cocok Ko Rasa penuh dengan tantangan sekaligus
momen berharga, mengingat banyaknya elemen yang diperhatikan untuk






