menghadirkan kesan yang autentik dan menyentuh. Sutradara Ivan Bandhito
menyampaikan bahwa pengalaman syuting di Medan memberikan warna tersendiri bagi
film ini. “Syuting di Medan memberi nuansa yang sangat khas dan autentik untuk film
ini. Kami ingin menghadirkan kota ini dengan cara yang jujur, agar bisa menunjukkan
perjuangan dan karakter-karakter yang ada. Para pemain juga memberikan penampilan
yang luar biasa, mereka nggak hanya sekadar bermain peran, tapi juga benar-benar
membawa pengalaman pribadi mereka ke dalam karakter yang mereka mainkan.
Dedikasi dan kerja keras mereka sangat terasa, dan itu membuat film ini jadi lebih kuat
dan emosional,” ujar Ivan.
Maell Lee, yang memerankan Ucok, merasa sangat terhubung dengan karakter yang
diperankannya. Sebagai sesama perantau dari Medan, ia mengaku banyak merasakan
kesamaan pengalaman dengan Ucok. “Karakter Ucok memang punya kemiripan
dengan saya, terutama soal impian dan perjuangan sebagai perantau. Seperti Ucok
yang merantau ke Jakarta untuk mengejar mimpinya, saya juga merasakan bagaimana
beratnya jauh dari keluarga demi tujuan hidup. Itu memberi saya banyak kesempatan
untuk mengekspresikan perasaan Ucok yang penuh tantangan dan harapan,” ungkap Maell Lee.
Sementara itu, Ajil Ditto yang memerankan Rafly juga berbagi cerita tentang
kedekatannya dengan Medan. “Syuting di Medan buat saya terasa seperti pulang
kampung. Saya lahir dan besar di sini, jadi suasananya sangat dekat dengan saya. Bisa
kembali ke sini dan bekerja di tempat yang saya kenal sangat menyenangkan,” jelas
Ajil.
Ajil juga mengungkapkan bahwa chemistry di antara para pemain terbentuk dengan
sangat alami sejak awal proses syuting. “Kami semua punya sifat dan karakter yang






