Sat Reskrim Polres Sawahlunto Ungkap Kasus Pembunuhan di Silungkang

Kejadian berawal ketika SH terbangun dari tidur karena sakit perut dan ingin buang air besar sekitar pukul 05.30 WIB, ketika menuju WC terhalang oleh korban RH yang sedang mencuci piring di dekat pintu masuk WC.

Menurut pengakuan SH ia menyampaikan kepada RH dengan ucapan (Awas lah a aden sasak cirik a) Awas kamu saya sudah tidak tahan lagi mau Buang Air besar) kemudian RH menjawab “Tunggu lu!” dengan nada keras.

Kemudian SH langsung emosi dan melihat 1 (satu) buah cangkul terletak di sekitar lokasi kejadian dan ia langsung memegang gagang cangkul tersebut dan memukulkan mata cangkul tersebut sebanyak lebih kurang 5 (Lima) kali ke arah kepala RH.

Akibatnya bagian Kepala RH mengeluarkan darah dan tergeletak di lantai, saat SH ingin meninggalkan TKP datang saksi Herman dan Uzaifa dan menyampaikan “Ba a kok ang bae si RH (kenapa kamu pukul RH) kemudian ia menjawab “khilaf den” (saya Khilaf) sambil meninggalkan lokasi TKP.

Selanjutnya SH pergi menuju ke masjid Tepi Air Silungkang untuk buang air besar (BAB), setelah BAB dia langsung menuju pasar Silungkang untuk menenangkan diri. Saat di perjalanan sekira pukul 06.00 WIB, SH bertemu dengan Furqan dan menyampaikan (Kan ko awak alah khilaf, alah tacatuak si Rudi, caliak lah nyo di rumah kini) Keponakan saya sudah khilaf telah melakukan pemukulan terhadap Rudi, lihat lah dia di rumah sekarang.

Setelah itu SH duduk di pasar Silungkang, tak berselang lama datang kepala dusun Pasar Baru Ubay dengan menyampaikan (Mak Kapolsek wak lai mak) Mak, pergi ke Polsek kita lagi mak kemudian ia menjawab “Jadi Pak Dusun”, kemudian SH pergi ke Polsek Muaro Kalaban bersama kepala dusun dengan menggunakan sepeda motor.

Guna kepentingan penyidikan lebih lanjut terhadap SH beserta barang bukti berupa 1 buah cangkul panjang sekira 71 cm dengan mata cangkul terbuat dari besi, baju dan celana korban, 1 pasang sendal jepit milik korban, 2 buah piring kaca dan 1 buah sendok serta 1 helai baju warna orange milik pelaku.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *