Banthe Damosubho Mahathera dalam orasi mengatakan, Selamat datang di tempat ini. Inilah Gedung Indonesia.
“Saudara dapat melihat di dinding terdapat batik dari seluruh Nusantara, menggambarkan keragaman, namun tetap satu Indonesia. Tamu-tamu dari luar negeri yang berkunjung ke sini mengatakan baru melihat Indonesia sesunggguhnya di sini,” ujarnya.
Dalam gagasan dan pemikiran Banthe diungkapkan bahwa selanjutnya kita harus menentukan pedoman tentang kebangsaan serta nilai peradaban Nusantara untuk disajikan kepada masyarakat dan pemerintah dengan harapan menjadi peraturan atau kode etik yang menghadirkan keadilan bagi seluruh anak bangsa.
Banthe mengharapkan agar peran serta masyarakat dan pejabat pemerintah dapat memahami keragaman agama, budaya, suku dan bahasa yang sudah dilebur menjadi satu melalui nenek moyang bangsa ini dalam Sumpah Pemuda tahun 1928; Satu tanah air, satu bangsa, satu Bahasa.
Dalam kegiatan Orasi Kebengsaan dan Budaya tersebut, lagu-lagu Nasional yang ditampilkan dan pagelaran budaya yang dipentaskan dalam bentuk tarian sungguh membawa nuansa semangat perjuangan.
Ditambah lagi dengan kostum kebaya yang dipakai peserta wanita ataupun dress code bernuansa merah putih semakin menumbuhkan semangat nasionalsime dan patriotisme agar Masyarakat Indonesia selalu mewujudkan kecintaan tanah air.
Kemerdekaan Indonesia bukan hadiah tetapi dengan perjuangan dan pengorbanan.
Maka melalui kegiatan tersebut mengajak yang hadir untuk terus memperjuangkan dan mengisi hal hal yang benar demi kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia tercinta. (Red-AXS)






