Dirinya pun berharap melalui penghargaan tersebut dapat dijadikan pintu masuk untuk kerja-kerja yang lebih hebat lagi dalam melindungi anak-anak di Indonesia.
“Semoga penghargaan ini diterima dan menjadi alat untuk meningkatkan kinerja kita dan menguatkan kerja sama kita dalam melakukan kegiatan perlindungan terhadap anak Indonesia,” ujarnya.
Hadir pada kegiatan, Asisten Deputi Perlindungan Khusus Anak dari Kekerasan Eka Purwianti, Plt. Asisten Deputi Pelayanan Anak yang memerlukan Perlindungan Khusus Atwirlany Ritonga, perwakilan FBI Legal Atase US Embassy untuk Indonesia dan Timor Leste Mr. Robert Lafferty.
Ketua Tim Kerja DP3AP2KB Kota Tangerang Titto Chairil Yustiadi, Satgas UPT PPA Kecamatan Benda Eis Khairunisya, perwakilan Dinas Sosial Jakarta Barat Nurmansyah, para pejabat utama dan perwira Polresta Bandara Soetta.
Sebelumnya, pada Februari 2024 Satreskrim Polres Kota Bandara Soetta berhasil membongkar jaringan produsen film porno yang melibatkan anak di bawah umur.
Dari hasil pengungkapan, Polisi menangkap lima orang yang ditetapkan sebagai tersangka.
“Dari hasil penelusuran dan penyelidikan dilakukan oleh penyidik, selanjutnya penyidik melakukan penangkapan terhadap 5 pelaku inisial HS, MA, AH, KR dan NZ,” kata Wakapolresta Bandara Soetta, AKBP Ronald Fredy Christian Sipayung dalam konferensi pers di kantornya, Sabtu (24/2/2024).
Menurut Ronald, pengungkapan kasus ini bermula dari hasil kerja sama antara Polri bersama FBI.
Dia menyebut dari informasi yang didapat, terdapat anak-anak Indonesia yang dijadikan sebagai objek dalam pembuatan konten pornografi.
“Kasus ini diawali dari adanya informasi yang diterima oleh Kepolisian Indonesia khususnya Polda Metro Jaya dan bapak Kapolres dari satgas pencegahan kekerasan seksual anak di Amerika yang dalam hal ini dikenal dengan Violence Crime Against Children Task Force,” papar Ronald.






