Film “Srimulat: Hidup Memang Komedi” membawa perjalanan grup lawak asal Jawa Tengah, Srimulat, yang merantau ke ibukota Jakarta untuk menemukan kesuksesan dan popularitasnya. Namun, ditengah perjalanan menggapai impian tersebut, beberapa anggota Srimulat menemukan -krisis .identitas .dan. permasalahan..yang rumit Bagaimana para anggota Srimulat tetap bertahan dari kerasnya ibukota dan menemukan solusi dari setiap masalah?
Head of IDN Pictures dan Sutradara “Srimulat: Hidup Memang Komedi” Fajar Nugros memberikan sentuhan komedi khas ala Srimulat yang tetap dipertahankan. Menurutnya, Srimulat sudah menjadi suatu genre komedi tersendiri di Indonesia.
“Kalau misalnya ada orang yang mempraktikkan adegan kaki ditekuk lalu mencari kakinya di mana, atau matanya kecolok, itu pasti akan merujuk ke istilah Srimulatan. Makanya, sebegitu ikoniknya grup lawak ini, sehingga komedi khas yang dibawakan mereka pun bertahan sampai saat ini, dari generasi ke generasi,” kata sutradara Fajar Nugros.
President Director MNC Pictures Titan Hermawan menambahkan, grup lawak Srimulat memiliki kesan mendalam secara personal untuk dirinya. Untuk itu, memproduksi film yang menceritakan perjuangan mereka adalah kehormatan bagi MNC Pictures yang bekerja sama dengan IDN Pictures.
Saya memiliki kenangan yang mendalam tentang Srimulat bersama keluarga Saya. Untuk ketika menyajikan “Srimulat: Hidup Memang Komedi” kami juga ingin memberikan kesan itu ke penonton di Indonesia. Untuk mengenal kembali para legend komedi Indonesia. Selain membangkitkan memori banyak orang tentang kebersamaan dengan keluarga ataupun teman, tujuan film Srimulat ini juga untuk mengenalkan grup lawak legend kepada generasi sekarang dan untuk diteruskan ke generasi berikutnya lagi, bahwa guyonan yang ada di antara mereka itu sebenarnya mengakar dari Srimulat, ‘moyang’nya komedi Indonesia, ” kata Titan Hermawan.






