Berita  

Proyek Jalan KBN Marunda-Pelindo; Antara Ambisi Logistik Nasional dan Derita Perusahaan Dalam Kawasan

Porosnusantara.co.id| Jakarta Utara, 30 Maret 2026 – Proyek pembangunan jalan yang menghubungkan Marunda dengan Pelindo digadang-gadang menjadi bagian dari upaya besar memperkuat konektivitas logistik nasional. Jalur ini dirancang untuk mempermudah akses distribusi barang dari kawasan industri menuju Pelabuhan, yang merupakan salah satu simpul penting dalam rantai logistik Indonesia.

Namun di balik ambisi tersebut, realitas di lapangan justru menghadirkan persoalan baru. Pelaksanaan proyek dinilai minim antisipasi terhadap dampak lalu lintas, terutama sejak penutupan Gate II di kawasan KBN Marunda. Dampaknya, kemacetan tidak hanya terjadi di dalam kawasan industri, tetapi juga meluas hingga ke Jalan Arteri Marunda, menghambat aktivitas kendaraan logistik maupun mobilitas warga sekitar.
Kondisi ini menjadi pukulan bagi para pelaku usaha di dalam kawasan.

KBN Marunda sendiri merupakan kawasan industri terpadu seluas kurang lebih 400 hektare yang menampung lebih dari 100 perusahaan dari berbagai sektor. Aktivitas distribusi yang terganggu akibat kemacetan membuat efisiensi operasional perusahaan ikut terdampak, sebagai Objek Vital Nasional KBN Marunda dianggap tidak profesional dalam memberikan pelayanan terbaik bagi Perusahaan yang ada didalam kawasan tersebut, dengan tidak mempersiapkan antisipasi dampak.

Di tengah situasi tersebut, perusahaan juga sedang menghadapi tekanan dari krisis global. Gangguan rantai pasok, kenaikan biaya operasional dan energi, serta keterlambatan logistik dalam pendistribusian produk dan diperparah dengan menurunnya permintaan pasar membuat kondisi usaha semakin tidak stabil. Tidak sedikit pelaku industri yang terpaksa melakukan langkah efisiensi, bahkan mengurangi tenaga kerja demi bertahan.

Penulis: DwiEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *