Ariga Wiyan Fadli Penerus Produksi Karakter Coffee Keluarga asal Aceh yang Tembus Pasar Internasional

“Untuk sekarang, karena permintaan pasar banyak dari Robusta,  maka kami menyediakan sesuai permintaan dan mengikuti pasar,” lanjut nya.

“Kalau kopi Gayo itu ada Robusta dan Arabica,  tergantung saat proses awal. Kopi Gayo yang berasal dari kabupaten Gayo dan memiliki 3 Kabupaten, ada suku Lues, Takengon, Bener Meriah, dari 3 Kabupaten itu merupakan penghasil kopi terbesar Arabica di Indonesia,” jelas Ariga.

“Kalau untuk kapasitas Ekspor Karakter Coffee perbulan, dan kebetulan Karakter Coffee juga memiliki kebun di Solok, di ijen dan di Gayo, ujar nya.”Dalam memperluas market, Karakter Coffee juga di jual ke daerah lain. Artinya Karakter Coffee telah mengembangkan bibit kopi internasional untuk dapat di tanam di Indonesia, guna nya agar ada sirkulasi keuangan dari luar ke Indonesia, jadi tidak Aceh saja, jadi Karakter Coffee ada di seluruh Nusantara,”jelas Ariga.

“Di ijen, di Solok dan telah cukup besar lahan kita buka untuk Perkebunan. Hal tersebut untuk mencukupi kebutuhan KarakterCoffee, karena banyak buyer meminta kontrak ke kami sebesar 75 ton per bulan,” lanjutnya.

“Jadi kalau di Indonesia, sebenarnya petani kopi yang harus dikuatkan di sektor supply chains, jadi dari hulunya dulu. kalau kita mau bicara spesial kopi bagus tapi di hulu kita nggak kuat itu percuma. Jadi kita kembangkan di Hulu dulu, kuatkan kakinya, produksinya kapasitas besarin, baru bicara ekspor,” lanjut Ariga.

Karakter Coffee berharap dengan ikut acara ini mendapat buyer baru lagi, karena biasanya setiap event, Karakter Coffee bertemu dengan buyer-buyer reguler, seperti untuk wilayah Jakarta, seperti coffe shop – Coffee shop, untuk permintaan kapasitas kecil-kecil di lokal kita masih bisa kerjakan, meskipun sebenarnya pangsa pasar Karakter Coffee memiliki target nya ekspor,” terang Ariga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *