Daerah  

Sekolah Pelopor LMND Soroti Solidaritas Kuba, Tata Kelola Pemerintahan, Demokrasi, dan Kemandirian Energi

Porosnusantara.co.id|

Jakarta, 10 Juli 2026 – Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) menggelar Sekolah Pelopor bertajuk “Perkuat Ideologi, Tinggikan Politik, Perluas Organisasi” di Mess Aceh Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (10/7). Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber dari unsur diplomatik, pemerintah daerah, dan pemerintah pusat.

Perwakilan Kedutaan Besar Republik Kuba untuk Indonesia, Dagmar Gonzales Grau, memaparkan kondisi Kuba yang tengah menghadapi krisis ekonomi dan energi akibat sanksi yang diberlakukan Amerika Serikat. Menurutnya, pembatasan tersebut berdampak pada terganggunya pasokan minyak sehingga Kuba baru mampu memenuhi sekitar 40 persen kebutuhan energinya sendiri. Di tengah kondisi tersebut, Pemerintah Kuba tetap berupaya mempertahankan kedaulatan, kemerdekaan, dan hak menentukan nasib sendiri.

Sementara itu Wakil Ketua DPRD Provinsi Banten, Yudi Budi Wibowo, menjelaskan mekanisme penyusunan anggaran dan pelaksanaan pembangunan daerah. Ia menyampaikan bahwa anggaran pemerintah dialokasikan untuk berbagai sektor prioritas, termasuk pendidikan, infrastruktur, dan belanja pegawai sesuai ketentuan yang berlaku.

Ia juga menegaskan bahwa program yang telah masuk dalam dokumen perencanaan pembangunan, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG), wajib dijalankan oleh pemerintah yang sedang menjabat. Selain itu, pemerintah terus melakukan efisiensi anggaran serta memperkuat pengawasan agar tidak terjadi penyimpangan yang dapat berimplikasi pidana.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Menteri Hak Asasi Manusia RI, Mugiyanto Sipin, menekankan pentingnya organisasi mahasiswa sebagai wadah perjuangan politik yang berorientasi pada penguatan demokrasi, hak asasi manusia, kesejahteraan, dan keadilan sosial. Menurutnya, mahasiswa sebagai agent of change harus memanfaatkan akses terhadap pendidikan untuk meningkatkan kapasitas intelektual sekaligus membangun kepedulian terhadap persoalan masyarakat. Ia juga menilai perjuangan mahasiswa tidak cukup dilakukan melalui diskusi di ruang kelas, tetapi harus diwujudkan melalui keterlibatan aktif dalam menyampaikan aspirasi kepada para pembuat kebijakan.

Penulis: Rudi coy

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *