Pelanggan bisa mengontrol pemakaian dengan menggunakan aplikasi, jadi secara mobile bisa tau pemakaian air di rumahnya. “Kalau ada pelanggan yang kaget tagihan tiba-tiba melonjak, dengan aplikasi ini pelanggan bisa mengantisipasi dan mengevaluasi pemakaian setiap harinya, sehingga bisa mengetahui apabila ada pemakaian air yang diluar kewajaran,” imbuhnya.
“Digitalisasi saat ini sudah menjadi suatu hal yang mutlak, sehingga teknologi ini kita terapkan agar dapat lebih optimal dalam melayani pelanggan,” ujar Direktur Utama Tirta Asasta Depok (Perseroda), M. Olik Abdul Holik.
“Dengan ini kami yakin akan ada kemudahan-kemudahan yang dihadirkan kedepannya baik bagi kami selaku penyedia layanan maupun bagi pelanggan,” tambahnya.
7000 SL ini rencananya akan disebar untuk pelanggan domestic dan non domestic. Untuk pelanggan domestic di utamakan untuk lokasi baru dengan kriteria lokasi yang jauh dari jangkauan, meter yang compatible dengan perangkat dan posisi meteran yang accessible. (masukkan dari kecamatan mana dulu-masukkin yang besar-besar aja). Beberapa lokasi yang menjadi sasaran SWM ini diantaranya di Kecamatan Bojongsari yakni perumahan H City, Sawangan Gardenia, Panorama Residence, Kecamatan Cimanggis meliputi Kelapa Dua Residence, Komplek Timah, Jasindo, Kecamatan Cipayung diantaranya perumahan Permata Depok, Permata Depok Regency, Pondok Mutiara Asri, Kecamatan Pancoranmas di Kp. Rangkapan Jaya, Komplek Arco, Green Le Mirage, Kecamatan Sukmajaya di perumahan Mutiara Depok dan Perum Bumi Ampel, Kecamatan Tapos di perumahan Cimanggis Golf Estate, BCI 2, Deppen HBTB, Permata Green Resort, Permata Cimanggis, GTP serta Banjaran Residence.
“Kita akan sosialisasikan terlebih dahulu ke lokasi-lokasi sasaran, nantinya akan dipasang secara bertahap dimulai dari awal Juli, kita targetkan selesai di akhir Oktober 2023,” pungkasnya. ( Boy.L)






