Manfaatkan Area Sabuk Hijau Bendungan Batujai, Menteri Basuki Tanam Sorgum Sebagai Pangan Alternatif

Untuk di area Bendungan Batujai, Menteri Basuki menyatakan terdapat potensi lahan sabuk hijau bendungan seluas 110 hektare (ha), dengan area yang sudah mulai ditanami seluas 10 ha. “Selain di Batujai, juga dilakukan dukungan pengembangan lahan pertanian sorgum di Desa Akar-Akar, Lombok Utara dengan potensi lahan seluas 120 ha. Untuk pengairannya memanfaatkan sumur bor yang pernah dibangun Kementerian PUPR,” ujarnya.

Anggota Komisi V DPR Suryadi Jaya Purnama mengucapkan terima kasih banyak atas sejumlah infrastruktur yang telah dibangun di NTB. “Pak Menteri PUPR sudah sangat sering mengunjungi NTB dan membangun banyak infrastruktur terutama terkait dengan pengembangan potensi pertanian, lewat pembangunan sejumlah bendungan dan kali ini lewat dukungan pengembangan sorgum,” kata Suryadi.

Kepala Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara I Hendra Ahyadi mengatakan, pemanfaatan lahan sabuk hijau bendungan untuk pengembangan pertanian sorgum merupakan bagian dari optimalisasi aset milik negara.

“Manfaat lain dari penanaman sorgum di area Bendungan Batu Jai adalah eceng gondok yang ada di bendungan bisa dimanfaatkan untuk diolah sebagai pupuk. Sebagai dukungan pengairan lahan pertanian ini, kita juga telah bangun embung dengan volume tampungan sebesar 15.000 m3,” ujar Hendra.

Rektor Universitas Mataram Bambang Hari Kusumo menyatakan siap mendukung pengembangan sorgum melalui berbagai penelitian ilmiah. “Kami dari kampus siap untuk terus mendukung mengembangkan sorgum dengan menugaskan beberapa riset pengembangan dari hulu hingga hilir,” tuturnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *