KASUS PENGERUSAKAN MEMASUKI SIDANG SAKSI DI PN SENGKANG.,” SETELAH SIDANG PUTUSAN SELA EKSEPSI PH TERDAKWA DITOLAK”

  • Bagikan

PorosNusantara.co.id WAJO- SulSel. Jaksa Penutut Umum (JPU ) Kejaksaan Negeri Wajo menghadirkan 7 ( tujuh ) orang saksi di PN. Sengkang pada agenda persidangan saksi, Selasa tanggal, 14 Juni 2022, dari tujuh saksi yang dihadirkan JPU antara lain : H.Agustang ( Korban pelapor ) Haerul, Anjas, Fendi Jaya, Subaedah, Iwan dan Ismail, Namun yang disidang hari itu hanya 4 ( empat ) orang yakni :

Saksi H. Agustang selaku Korban Pelapor, Saksi Haerul yang hadir saat dibicarakan Permasalahan di Kantor Desa Lempa, dan Saksi Anjas yang melihat lansung terjadinya Pengerusakan, serta saksi Fendi Jaya salah satu Pewaris Baco Haning Pemilik Sertifikat Hak Milik No. 273 selaku Penjual Tanah kepada H. Agustang ( Korban pelapor ).

Majelis Hakim PN Sengkang yang mengadili Kasus Pengerusakan tersebut , adalah A.Rico H.Sitanggang.SH.M.Kn ( Hakim Ketua), Ahmadi Ali.SH Hakim Anggota, dan Fitri.SH Hakim Anggota, sedangkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ardiansyah.SH, dan terdakwa inisial Rs dan Id didampingi Penasehat Hukumnya Sudirman SH.MH dan Wahyu.SH.

Ketua Majelis Hakim A.Rico H Sitanggang.SH .M.Kn mempersilahan JPU Adiansyah.SH bertanya kepada Ke empat saksi yang telah disumpah, JPU bertanya sesuai BAP hasil penyidikan Reserse Unit Tahbang Polres Wajo, kemudian gilireng kedua pihak PH terdakwa dipersilahkan bertanya kepada 4 Saksi, Pertama ditanya H.Agustang selaku saksi Pelapor Pertanyaan PH terdakwa dalam hal ini Sudirman.SH.MH pertanyaannya seputar sertipikat no. 273 a.n Baco Haning pembuatannya pada tahun 1987 dengan Akta Jual Beli ( AJB ) a.n H.Agustang tahun 2017 yang telah dibalik nama atas nama H. Agustang dengan nomor sertipikat 436, inilah pertanyaan yang membingunkan pihak saksi karena Saksi H.Agustang taunya nomor sertipikat 273 sedangkan setelah dibalik nama sertipikat menjadi nomor 436, sehingga PH terdakwa meminta dicatat bahwa H. Agustang tidak mengakui Sertiipikat nomor 436 selaku milikinya.

Kemudian Pertanyaan Kedua PH terdakwa kepada Saksi Haerul hanya seputar saat bersama sama H.Agustang saat dibicarakan dikantor Desa Lempa, lanjut kepada Saksi Anjas selaku Saksi yang melihat lansung terdakwa Rs dan Id saat terjadi Pengerusakan, setelah dicecar pertanyaan oleh PH terdakwa sepertinya kelimpungan sehingga jawabannya keluar dari BAP, karena saksi juga bahasa indonesianya dinilai tidak sempurna sehingga diterjenahkan oleh salah satu Pegawai PN Sengkang.

Dan terakhir PH terdakwa bertanya kepada Saksi Fendi Jaya pertanyaannya seputar penanda tangannan akta jual beli ( AJB ) pada Notaris Candra Setiawan, karena saksi hanya tinggal dimakassar sehingga juga bingung setelah ditanya terkait dimana Kantor Notaris Candara Setiawan dan bagaimana orangnya tinggikah pendekah atau gemuk atau kurus serta warna kulit putihkah atau hitam, saksi hanya bertegas bahwa saya tanda tangan AJB dikantor Notaris di Sengkang, kemudian PH terdakwa mengatakan apakah anda tidak mengenal saya sewaktu saya kerumahmu dimakassar kenapa berbeda keterangannya disini dan hati – hati kamu sudah disumpah memberikan keterangan palsu akan dipenjara 7 tahun, Saksi Fendi Jaya menjawab pertanyaan bahwa saya kenal kamu kalau berbeda keterangan saya karena pada Waktu itu terdakwa Id menelpon dan mengamcam akan membawa Polisi.- tegas Fendi didepan Majelis Hakim.

Pantauan media porosnusantara.co.id, jalannya persidangan dimulai pada Pukul 16.00 wita dan berakhir pada Pukul 18.20 wita persidangan berlansung aman dan lancar namun ada insiden kecil diluar gedung persidangan antara pengunjung pihak terdakwa dengan pengunjung pihak pelapor, dan terlihat pengunjung pihak terdakwa sekitar dua puluhan orang sedangkan pegunjung pihak pelapor ada 10 orang termasuk saksi 7 orang, dan majelis Hakim menjadwalkan persdangan Saksi selanjutnya tanggal 21 juni 2022, informasi yang dihimpun bahwa berlanjutnya kesidang Saksi karena Eksepsi PH terdakwa ditolak pada Persidangan Putusan Sela PN Sengkang.

Hj Syarifah Istri H.Agustang selaku Saksi Pelapor, menyayangkan pada Persidangan Saksi banyak orang dihadirkan oleh pihak terdakwa tapi tidak masuk dalam ruang persidangan menyaksikan jalannya persidangan, karena saya melihat lansung insiden kecil itu, sehingga diminta kepada Pihak PN Sengkang agar ada Pihak Keamanan dari Kepolisian pada saat persidangan Saksi selanjutnya karena tdak menutup kemungkinan pihak Saya juga banyak datang kalau memang diperbolehkan karena saya melihat yang datang dari pihak terdakwa kurang saya kenal sepertinya orang – orang dari daerah lain karena kalau penduduk Desa lempa saya bisa mengenalinya.

Lanjut Hj. Syarifah sepertinya Pertanyaan dari PH Terdakwa kepada Saksi seolah olah perkara perdata sedangkan ini adalah Kasus Pidana karena perbuatan terdakwa yang diadili di PN Sengkang, dan saya meminta kepada majelis Hakim yang mengadili kasus ini agar jangan melihat nilai kerugian rp. 10 juta yang dirusak dan berikan hukuman sebagai efek jerah bagi orang yang melakukan perbuatan melawan Hukum. – tegasnya ( Marsose/Dahliah)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *