TNI AL Lanal Lhokseumawe Panen Budidaya Udang Vaname Bersama Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut I Belawan

Jadi budidaya dengan cara konvensional cukup besar biaya yang harus dikeluarkan mulai dari biaya listrik utamanya yang sehari bisa mencapai 700.000 sampai dengan 750.000 kemudian juga pada tebarnya 250 udang dalam satu meter kubik, nah ini yang kita pelajari dulu secara pertama ini yaitu secara konvensional, dilain sisi TNI Angkatan Laut punya program Indonesia Navy Aquaticalter Program (INAP) yaitu budidaya udang vaname dengan menggunakan teknologi Booster yang menghasilkan nano oksigen ini yang sudah dikembangkan di Kabupaten Jembrana Bali.

TNI Angkatan Laut sudah mengumpulkan seluruh Danlantamal dan Danlanal di Bali dan langsung melihat lokasi budidaya udang vaname di Bali buatan dari TNI Angkatan Laut seluas 6 hektar dengan biaya mencapai 30 miliar disitu kita ditunjukkan tentang perbedaan konvensional dengan teknologi INAP, harapannya saya sebagai Danlanal Lhokseumawe, setelah kunjungan dari Bali saya cukup banyak belajar di situ apa yang membedakan antara konvensional dengan yang berteknologi INAP.

Harapan saya dan Babinpotmar sudah menguasai tentang tata cara budidaya udang vaname konvensional kita akan lebih siap apabila nanti diberikan tanggung jawab mengelola INAP secara mini jadi kalau yang di Bali itu cukup besar sampai dengan 6 hektar, rencanya ada program mini INAP yaitu menggunakan media bioflok dengan diameter 3,5 meter sebanyak 60 bioflok ini dengan biaya kurang lebih sekitar 1 miliar.

Mudah-mudahan Budidaya Udang Vaname dengan menggunakan teknologi INAP bisa diterima di daerah Aceh sehingga kami Lanal Lhokseumawe bersama dengan masyarakat dan kelompok-kelompok petani akan mencoba berbudidaya udang vaname dengan model INAP ini, kalau kita sudah menguasai model INAP Insyaallah mudah-mudahan kita bisa kembangkan terus teknologi ini kita pelajari termasuk booster pelajari seperti apa dari perbandingan kita lihat kalau menggunakan sistem/teknologi INAP itu untuk listrik yang dibutuhkan untuk satu inap ini atau tiga setengah meter diameter dikali 60 itu hanya dibutuhkan Rp. 750.000 per bulan untuk kebutuhan listrik jadi ini sangat menekan cos operasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *