Bandung, Porosnusantara.co.id
Universitas Pendidikan Indonesia membuka penerimaan mahasiswa baru Tahun 2022 melalui jalur Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri yang secara nasional dikoordinasi oleh LTMPT.
“Sesuai dengan ketentuan LTPMT, kuota untuk jalur seleksi SBMPTN sebesar 40% dari kuota daya tampung setiap program studi. Daya tampung UPI untuk jalur SBMPTN melalui UTBK Tahun 2022 sebanyak 4.741 dari jumlah total kuota semua jalur seleksi sebanyak 10.740 kuota,” kata Kepala Divisi Rekrutmen Mahasiswa Baru Direktorat Akademik Universitas Pendidikan Indonesia Asep Supriatna kepada pers di Bandung, Sabtu (2/4/2022).
Menurut Asep, untuk tahun ini terdapat peningkatan kuota yang ditawarkan oleh UPI. Jika pada 2021 kuota SBMPTN UPI sebanyak 4.561, tahun ini meningkat menjadi 4.741. Total keseluruhan kuota juga mengalami peningkatan dari jumlah 10.115 kuota menjad 10.740 kuota. Peserta yang diterima melalui jalur SNMPTN 2022 tidak diperbolehkan mendaftar SBMPTN 2022.
Asep juga menjelaskan untuk siswa pendaftar dari keluarga kurang mampu secara ekonomi dapat mengajukan bantuan Beasiswa Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K). Calon peserta penerima KIP Kuliah terlebih dahulu harus mempelajari prosedur pendaftaran program KIP Kuliah.
Untuk persyaratan UTBK-SBMPTN, harus memiliki akun LTMPT, siswa SMA/MA/SMK kelas 12 pada tahun 2022 atau peserta didik Paket C tahun 2022 dengan umur maksimal 25 tahun (per 1 Juli 2021). Lulusan SMA/MA/SMK/Sederajat tahun 2020 dan 2021 atau lulusan Paket C tahun 2020 dan 2021 dengan umur maksimal 25 tahun (per 1 Juli 2021).
“Adapun persyaratan peserta yang akan memilih prodi Saintek maka mesti mengikuti TPS dan TKA Saintek, sedangkan peserta yang akan memilih prodi Saintek mengikuti TPS dan TKA Soshum. Peserta yang akan memilih prodi campuran (Saintek dan Soshum) maka mengikuti TPS, TKA Saintek, TKA Saintek dan TKA Soshum. Hasil UTBK hanya berlaku untuk penerimaan tahun 2022 dengan membayar biaya UTBK,” jelas Asep .






