Dari total belanja barang dan jasa Rp1.481 triliun, realisasi belanja produk lokal hanya mencapai 14 persen, atau sekitar Rp214 triliun. Rinciannya, anggaran pusat sebesar Rp526 triliun, daerah Rp535 triliun, dan BUMN sebesar Rp420 triliun, iapun heran lantaran pemerintah masih melakukan impor untuk barang-barang yang mestinya bisa diproduksi dalam negeri, seperti seragam TNI-Polri.
“Nah situasi ini diperburuk dengan kebijakan di sektor pangan yang memang ini udah dirasakan betul, kalau tidak segera diambil langkah pembenahan, ini sangat membahayakan bagi masyarakat maupun pemerintah Jokowi-Ma’ruf Amin” pungkas Badiul.






