Tohir Danasasmita tergerak untuk melakukan Pelaksanaan produksi yang sebelumnya Work Of Home (WHO) akibat Covid 19,kini sudah dapat melakukan aktifitas kantor walupun dibatasi dan selalu mematuhi protocol kesehatan.di lingkungan kantor,Tohir Menambahkan baru kini kali pertama setelah dua tahun lamanya terealisasi akan persiapan produksi film layar lebar berjudul “ Suntree “ dengan sutradara sebelumnya telah memproduksi Layar Lebar berjudul TRAH7, yakni F.Rachmani . Dana Sasmita menambahkan untuk produksi kali ini mengangkat tema religious seorang muslim yang hijrah dari Pulau Sumatera ke Pulau Jawa atas seijin Ibunya untuk menuntut ilmu agama yang sebelumnya kedua orangtuanya melakukan hal yang sama ketika masih muda,dalam cerita
ini banyak sentuhan sentuhan religi serta drama kasih sayang antara dua insan yang sedang jatuh cinta namun tidak seindah khayalan rencana yang mereka inginkan,banyak hal rintangan yang mereka harus lalui berdua…namun…ALLAH lebih sayang akhirnya mereka di persatukan di alam lain.Kemudian seorang Ibu yang selalu memberikan nasehat nasehat dan petuah kepada anaknya serta penuh kasih sayang tak pernah padamsepanjang Zaman, selalu memayungi dalam sendi sendi kehidupan dalam keseharian mereka, bahwa etika saling menghormati dan saling bertoleransi sesamanya sangatlah penting dilingkungan bermasyarakat umumnya dan khuhusnya lingkungan pesantren.

Dalam produksi Suntree akan merintis beberapa lokasi syuting di wilayah Sumatera Utara /Medan dan Pulau Jawa / Surabaya dan Jakarta sebagai lokasi awal produksi syuting kemudian 60% akan melibatkan para santri dan santriwati di lingkungan pesantren di Jawa Timur dalam judul film “ SUNTREE “ ini.Untuk Peran Utama Pria dan Wanita masih dalam seleksi oleh Pihak Rumah Produksi Teras Kreasi Nusantara,adapun audisij akan dilaksanakan ke 12 Kota Besar di Indonesia pada awal Februari 2022, sampai selesai penetapan para pemain Film suntree.






