Kemudian, ungkap Kadislitbangad, Dislitbangad juga telah melakukan uji coba dalam rangka sertifikasi tipe tahun 2021 non program, yaitu uji coba (sertifikasi) Ran Tank Transporter Light, uji coba (sertifikasi) Sistem Analisa Jantung Personel (SAJP), uji coba (sertifikasi) Flashbang CTS Five Bang, Seven Bang dan Nine Bang, uji coba (sertifikasi) munisi caliber 5,56 mm (Standard Nato/SS109), verifikasi perpanjangan sertifikat Rompi tahan peluru Level IV dan Helm militer level IIIA, uji coba dalam rangka sertifikasi Gunshot Detection System, uji coba (sertifikasi) kacamata MTX Potocromic madein RRC, uji coba (sertifikasi) kacamata Wiley X Saber Advanced, uji coba (sertifikasi) Senjata Lawan Tank (SLT) Instalaza C90 Reusable, C90-CS dan FTV (Rifle Grenade), uji coba (sertifikasi) Granat Tangan (Alhambra Hand Grenade) dan SLT Alcotan kaliber 100 (M2), uji coba (Sertifikasi) Pistol CZ-P10SC 9×19 mm, uji coba (sertifikasi) Shockbreaker untuk Ranpur AMX-13 buatan dalam negeri.
“Ke semua itu, dalam rangka untuk percepatan kemandirian Alutsista sesuai perkembangan teknologi,” ujarnya.
“Hal ini selaras dengan tema yang diusung pada hari jadinya Dislitbangad ke-44 yaitu adalah Dislitbang TNI AD yang solid, profesional dan adaptif, siap mendukung tupok TNI AD dalam percepatan kemandirian alutsista sesuai perkembangan teknologi,” pungkasnya.
Red






