PEWARNA Indonesia Gelar Diskusi Hybrid tentang Kedamaian dan Keadilan di Tanah Papua Tanpa Hoax

Terkait berita bohong atau hoax, Dorince menegaskan sikap warga Papua yang tidak mau dikacaukan oleh berita-berita bohong.

“Siapapaun bisa menyebarkan berita bohong tentang Papua karena kepentingan masing-masing. Kami warga Papua tidak mau dikacaukan oleh berita-berita bohong. Tanah Papua adalah tanah Injil dan kami harus pastikan bahwa tanah Papua harus menjadi berkat, kami harus hidup berdampingan dengan siapa saja yang datang ke Papua,” terangnya.

“Putusnya internet yang baru-baru terjadi sangat merugikan orang Papua dan ini merupakan pelanggaran HAM. Orang Papua hanya berkata, hanya Tuhan saja yang tahu, kenapa terjadinya pemutusan internet,” terangnya lagi.

Ditambahkannya, sebagai tanah damai dan tanah Injil, orang Papua benar-benar mengimplementasi dan menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila.

“Orang Papua sudah membuka diri bagi siapapun yang datang di Papua. Orang Papua punya komitmen bahwa Papua adalah tanah damai, Papua adalah tanah Injil dan Injil mengajarkan orang Papua tidak membeda-bedakan,” terangnya.

“Lima sila Pancasila benar-benar diimplementasikan oleh orang Papua. Orang Papua menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila. Injil diimplementasikan dengan amanatnya yaitu kasih. Bahasa orang Papua, siapa (orang Papua) yang masih menyebarkan hoax berarti dia dipakai “setan!”, terangnya lagi.

Pada akhirnya Dorince mengajak untuk bijaksana dalam merspon informasi.
“Jangan sebarkan kabar bohong! Jangan ikut membantu orang yang bersaksi dusta! Tidak semua berita harus direspon. Harus bijaksana apakah berita ini membangun atau tidak. Mari, sebarkan hoax yang positif,” ajaknya disambut tepuk tangan peserta diskusi.

Adapun narasumber terkahir, Sugeng Teguh Santoso (Ketum DPP PERADI Pergerakan), lebih menekankan soal penghapusan kekerasan dalam bentuk apapun di Papua sebagai solusi terciptanya kedamaian.
“Kedamaian di Papua, bisa terjadi bila ada penghapusan kekerasan dalam berbagai bentuk di Papua. Kalau Papua mau damai adalah penghapusan kekerasan!” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *