Porosnusantara.co.id – Jakarta Pusat – DKI Jakarta – Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia (PEWARNA Indonesia) kembali menggelar Diskusi Hybrid dengan tema, “Tegakkan Kedamaian dan Keadilan di Tanah Papua Tanpa Hoaks” dengan narasumber Prof. Dr. Drs. H. Henri Subiakto, SH., MA (Staf Ahli Menteri Komunikasi dan Informatika RI Bidang Hukum), Theo Litaay (Tenaga Ahli Utama Kedeputian V Kantor Staf Presiden), Dorince Mehue (Anggota Panitia Urusan Rumah Tangga Majelis Rakyat Papua), dan Sugeng Teguh Santoso (Ketum DPP PERADI Pergerakan).
Diskusi yang dipandu Ashiong Munthe, Ketua Depatemen Litbang Pewarna dan didukung Vox Point Indonesia, Asosiasi Pendeta Indonesia, Majelis Umat Kristen Indonesia, Perhimpunan Profesi Hukum Kristiani Indonesia, dan Persatuan Masyarakat Kristen Indonesia Timur ini berlangsung di Gedung Lembaga Alkitab Indonesia (LAI), Jl. Salemba Raya No. 12, Jakarta Pusat, DKI Jakarta, hari ini, Rabu (9/6/2021).
Terputusnya jaringan internet di Kota dan Kabupaten Jayapura, Kabupaten Sarmi, dan Kabupaten Keerom menjadi awal paparan Prof. Henri Subiakto. Penyebabnya, menurut Staf Ahli Menteri Komunikasi dan Informatika RI Bidang Hukum, adalah putusnya sistem komunikasi kabel bawah laut karena faktor alam, bukan karena kesengajaan pemerintah.
“Paling ramai sekarang ini adalah terputusnya jaringan internet di beberapa kota dan kabupaten di Papua. Internet putus karna faktor alam! Putusnya kabel bawa laut karena efek gunung berapi di bawah laut.
Tapi hoaxnya adalah diputus oleh pemerintah dengan alasan tidak ingin ribut-ribut”, tuturnya mengawali paparan tentang berita hoaks rugikan bangsa.
Lebih lanjut Prof. Henri Subiakto menjelaskan tentang fenomena komunikasi di era digital dimana siapapun bisa jadi komunikator, pemroduksi pesan, wartawan, pengamat, komentator, bahkan provokator.






