Kedua, Pertanian terlibat dalam upaya peningkatan pendapatan masyarakat.
Ketiga, Pembangunan pertanian terlibat langsung didalam upaya pelestarian lingkungan
Keempat, Pertanian juga memberikan kontribusi dalam pembangunan pariwisata dan industri pariwisata, yang ditetapkan sebagai penggerak ekonomi masyarakat NTT.
“Kita tahu bersama bahwa pembangunan pertanian itu mempunyai 2 tujuan yaitu, Membangun ketahanan pangan dengan berbagai pendekatan dan Membangun ketahanan ekonomi petani,” katanya.
Tujuan yang pertama menurut Lecky, sudah dikerjakan puluhan tahun, melakukan konsolidasi, evaluasi dan berbagai strategi serta upaya sudah dikerjakan, dan sampai hari ini belum mencapai kemandirian pangan.
“Kita belum mencapai kemandirian beras. Ini tantangan yang tidak ringan. Kalau misalnya kita menuju swasembada beras, maka kita masih membutuhkan lahan kurang lebih 66 ribu hektar untuk menutup devisit beras yang setiap kali dan setiap tahun kita import kurang lebih 150 ribu hektar ton. Artinya kita NTT masih masuk dalam Provinsi konsumsi belum produksi,” ungkapnya.
Dirinya mengaku Ini merupakan tantangan berat, untuk menyelesaikan 66 ribu hektar untuk tipe 100 atau 33 ribu hektar untuk tipe 200. Lanjut cetak sawah, dukungan sumber daya air tentu harus diselesaikan dalam waktu 5 atau 10 tahun membutuhkan waktu lama.
Upaya Diversifikasi untuk menekan konsumsi beras, menurut Lecky masih belum berhasil. Padahal kita punya pangan berbasis karbohidrat. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik sebenarnya cukup.
Kalau bicara pangan berbasis karbohidrat, katanya, di NTT punya umbi-umbian, pisang, jagung dan kalau itu dikonversi, sesungguhnya untuk mencapai kebutuhan pangan rumah tangga kebutuhan perkapita itu cukup.






