“ Dengan Adanya Prediksi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) perihal adanya potensi kekeringan maka kami sebagai penyuluh harus proaktif dan sigap dengan melakukan langkah-langkah antisipasi agar pangan bisa tetap tersedia dengan aman, salah satunya dengan mempercepat tanam Kami terus berusaha memberikan motivasi ke petani agar semangat dalam melakukan olah tanah dan olah tanam,” ungkap Paulus.
Dijelaskannya, Seperti yang dilakukan oleh Kelompok Tani Nggergung Desa Golo Leleng Kecamatan Sano Nggoang Kabupaten Manggarai Barat seluas 1 ha dengan menggunakan system Jajar legowo Super 3:1.
Karena itu, pihaknya BPP Kecamatan, petugas penyuluh lapang (PPL), gabungan kelompok tani (Gapoktan), dan kelompok tani (Koptan) melakukan gerakan tanam padi serentak.
Percepatan tanam serentak sangat menguntungkan petani, karena panen secara bersamaan juga dapat menghindari serangan hama dan penyakit tanaman lainnya.
Selain itu juga penanaman secara serentak juga memiliki nilai ekonomis dan tidak merugikan petani.
“Kami mengajak petani agar percepatan tanam dilakukan bulan April sampai dengan Mei karena mengantisipasi Musim kemarau,” katanya menjelaskan.
Pengolahan Lahan menggunakan alsintan TR2 dan TR4 dengan penggunaan alsintan maka biaya Buruh dan biaya produksi bisa di minimalisir.
Paulus Menjelaskan “ Dalam upaya pencapaian target program Ketahanan Pangan. Salah satu rekomendasi adalah penerapan sistem tanam yang benar dan baik melalui pengaturan jarak tanam yang dikenal dengan sistem tanam jajar legowo.
Percepatan Tanam ini juga bertujuan untuk mendesiminasikan inovasi teknologi jajar legowo super serta meningkatkan motivasi petani untuk menerapkan inovasi baru agar produktivitas padi meningkat dan kesejahteraan petani juga meningkat.






