Sementara itu, Wakil Walikota Surakarta, Ahmad Purnomo sangat mengapresiasi upaya nyata Kementan dalam menstabilkan harga bawang putih dan cabai di Kota Surakarta dengan melakukan Operasi Pasar.
Ia pun sepakat dengan Mentan Syahrul bahwa kenaikan harga bawang putih saat ini disebabkan karena bukan karena kekurangan stok, namun adanya berita hoax terkait virus corona.
“Untuk bawang putih, Solo raya itu umumnya konsumen, tidak ada produsen. Stok bawang putih sebenarnya masih cukup, namun kenaikan harga saat ini karena adanya berita hoax yaitu virus corona,” katanya.
Kemudian terkait cabai, Purnomo menyebutkan produksi petani sebenarnya masih cukup, sehingga kenaikan harga saat ini disebabkan karena rantai pasok dari petani ke pengepul lalu ke pasar yang cukup panjang.
“Jadi untuk antisipasi gejolak harga, kami usulkan agar di Kota Surakarta dibangun Dolog sebagai penampung hasil panen petani.
Ke depan stok dan harga aman, petani, konsumen dan pegadang sama-sama diuntungkan,” tuturnya.
Di tempat yang sama, Kepala Badan Ketahan Pangan, Agung Hendriadi menuturkan Kementan konsisten melakukan stabilisasi harga pangan.
Sejak 30 Januari sampai sekarang, Kementan telah menggelar Operasi Pasar di DKI Jakarta, Sumatera Barat dan kali ini di Solo.
“Bawang putih Operasi Pasar kali ini 12 ton bisa penuhi pasar hingga 5 hari.
Cabai rawit merah dan cabai besar 10 ton. Operasi Pasar ini sebenarnya tidak hanya mencukupi kebutuhan di Solo, tapi juga sampai ke Yogyakarta.
Yang diinginkan dari Operasi Pasar ini adalah harga terus menurun hingga stabil,” sebutnya.
( Redaksi* )






