Dinas PMPTSP Naker Kota Sawahlunto beri Pembekalan Ketrampilan kepada Warga Binaan Lapas Narkotika.

Budi Satria adalah salah satu warga Lapas yang produktif dan menghasilkan dari balik tembok lapas. Dengan bantuan Koperasi Lapas, pria yang menjalani 9 tahun pidana ini telah memproduksi ratusan pieces bantal dan kasur lipat hingga memasarkannya ke beberapa pasar.

Lebih lanjut Nasir menjelaskan, bagi narapidana yang produktif seperti Budi, ia membuatkan rekening tabungan dari hasil usahanya, yang bisa dimanfaatkan sebagai modal usaha ketika keluar dari masa hukuman.

Selain pembekalan keterampilan, di Lapas ini para napi dibantu untuk lepas dari kecanduan narkotika melalui program rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial. “Setiap napi yang akan masuk dan yang sudah didalam wajib menjalani test urin dan screening HIV/Aids dan cek kesehatan rutin. Kami bekerjasama dengan Puskesmas Kolok dan BNN” lanjut Pria asal Sulawesi ini.

Bagi napi yang positif pemakai narkotika, wajib menjalani rehab medis melalui assasement dan detoxifikasi dari racun narkotika. Selama rehailitasi medis, mereka dikarantina dalam sel yang dipisahkan dari napi yang tidak lagi mengkonsumsi zat yang bisa menyebabkan kerusakan otak tersebut.

Sementara bagi napi yang sudah lepas dari narkoba, wajib mengikuti rehabilitasi sosial selama 6 bulan. Kegiatan rehabilitasi sosial meliputi pembinaan spiritual, olahraga, konsul psikologi dan pembekalan skill kemandirian ini.

Menjamin tidak ada narkotika jenis apapun yang beredar di wilayah tugasnya, selain tes urin berkala, pimpinan Lapas juga memberlakukan penggeledahan rutin kepada semua napi, pengunjung bahkan petugas lapas pun wajib digeledah, pungkas Nasir. ( AN )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *