“Saat ini dalam proses peninggian intake, sehingga jika terjadi banjir besar pompa tidak mati dan terendam lumpur. Selain itu kami juga tengah memperbanyak reservoir, target kami 24 jam. Jika aliran aor mati dalam waktu 24 jam pelanggan masih bisa terlayani, ada beberapa titik yang kami buat dan paling besar 20 ribu kubik di instalasi pengolahan Legong. Kami juga membuka call center dan SMS center untuk pengaduan pelanggan,” tuturnya.
Ketua Dewan Pengawas PDAM Tirta Asasta Kota Depok, Hardiono mengungkapkan saat ini PDAM Tirta Asasta Kota Depok masuk dalam kategori baik. “Ini hasil penilaian dan audit akuntan publik serta BPKP. Terkait kepuasan pelayanan juga disurvei oleh konsultan khusus pelanggan, ”ungkapnya.
Hardiono berharap PDAM Tirta Asasta Kota Depok untuk terus berinovasi dalam hal pelayanan kepada masyarakat, salah satunya memberikan kemudahan informasi.
“PDAM kedepan harus terintegrasi dengan program IT Depok Single Window (DSW) agar lebih mudah, salama ini mungkin harus membuka situs web terlebih dahulu. Jika sudah selesai dengan DSW tinggal klik saja dan menu jenis pelayanannya akan keluar “jelas dia.
(Boy L / Wahyu G)






