Buka FBBN dan Ekspo Agro Inovasi 2019, Kementan Ajak Semua Pihak Bersinergi

“Persoalan pertanian menyangkut beragam dimensi yang begitu kompleks, sehingga tidak mungkin bisa diselesaikan hanya oleh Kementerian Pertanian sendiri,” tegas dia.

Dia memaparkan bahwa siapapun sepakat kalau ketersediaan dan ketahanan pangan adalah kunci pokok terwujudnya kedaulatan nasional. Mengelola pangan di era yang semakin maju ini, lanjut Prihasto, tidak mungkin lagi menggunakan cara-cara kuno atau konvensional, baik itu dalam cara berpikir, cara bertindak maupun cara kita menghayati setiap pekerjaan yang dilakukan.

“Dalam konteks tersebut, saya yakin dan percaya, teman-teman di IPB telah mampu membaca arah situasi dan konstelasi global kedepan, sekaligus telah memiliki banyak rekomendasi strategis bagaimana negara kita ini mampu eksis dan bersaing didalamnya,” ungkap dia.

Dia berharap rangkaian kegiatan yang digelar dalam festival ini bisa menjadi ajang etalase, agar pesona bunga dan buah nusantara senantiasa memancar indah.

“Baik di dalam maupun luar negeri,” cetus Prihasto.

Pengembangan Sektor Hortikultura

Dalam kesempatan itu, Prihasto juga menyinggung ihwal meningkatnya produksi komoditas hortikultura. Hal tersebut merupakan buah dari kerja keras semua pihak.

Dia berpesan agar seluruh produksi hortikultura, harus betul-betul memperhatikan aspek kualitas, kuantitas dan kontinuitas serta mampu berkontribusi dalam upaya pelestarian lingkungan.

“Saya minta hortikultura ke depan harus lebih maju, lebih mandiri dan lebih modern,” jelas dia.

Prihasto menegaskan kalau pengembangan usaha hortikultura harus dilakukan dengan pendekatan industri terpadu hulu hingga hilir. Melalui pendekatan ini, dia berharap daya saing komoditas hortikultura terus meningkat.

“Kita akan terus dorong penerapan Good Agricultural Practices (GAP) dan Good Handling Practices (GHP). Caranya lewat pemberdayaan kelembagaan petani, penguatan kemitraan usaha yang saling menguntungkan, dan dikelola secara terintegrasi sehingga diharapkan mampu menghasilkan produk hortikultura yang berdaya saing,” beber alumnus Universitas Brawijaya itu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *