Hal ini seiring dengan capaian realisasi program kerja Dewan Nasiona| Keuangan Inklusif guna mendorong kepemilikan akun tabungan melalui penerapan kebijakan non-tunai dimana bantuan pemerintah diberikan melalui akun, seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Sejak diluncurkan dengan skema non tunai tercatat 10 juta keluarga penerima manfaat PKH dan 12 juta keluarga penerima manfaat BPNT meIaIui akun perbankan maupun uang elektronik. Pada tahun 2019, pemerintah telah menetapkan target kelompok penerima manfaat BPNT sebesar 15,6 juta jiwa.
Pemerintah telah bekerjasama dengan Otoritas Jasa Keuangan dan Bank Indonesia me|a|ui program Agen Laku Pandai dan LKD. Agen Laku Pandai dan LKD ini ada|ah salah satu upaya bersama dalam menjawab tantangan dalam penyediaan titik titik akses keuangan yang \ebih dekat di masyarakat. Saat ini, sudah terdapat Iebih dari 1 juta agen di tengah masyarakat. Selain itu, menjadi jaringan agen alternatif guna mengakselerasi inklusi keuangan. AFTECH melansir bahwa terdapat sekitar S juta jaringan agen fintech sebagai komplemen dari 1,3 juta jaringan agen keuangan saat ini. Value proposition dari pemanfaatan agen tekfin perlu dioptimalkan.
Pemerintah juga menunjukkan komitmennya di sektor jasa dan keuangan dalam meningkatkan akses kepada pembiayaan melalui penyaIuran Kredit Usaha Rakyat yang telah mencapai Rp449,77 triliun kepada Iebih dari 18 juta penerima sejak tahun 2015.






