Diah menegaskan bahwa ketiga bentuk reformasi dalam pelayanan publik ini merupakan wujud komitmen pemerintah Indonesia untuk meraih pembangunan yang berkelanjutan melalui pelayanan publik yang efektif, inovasi yang transformatif, dan instansi pemerintah yang akuntabel.
Sementara itu, pelajar dan masyarakat yang hadir dalam Indonesia Focus 11th Annual Conference mengapresiasi berbagai perubahan signifikan dari inovasi yang dilakukan pemerintah Indonesia. Hal ini menjadikan publik Indonesia lebih sederhana dan tidak lagi memerlukan banyak persyaratan birokrasi yang berbelit seperti yang dialami di masa lalu.
Konferensi ini bertujuan sebagai media berbagi ilmu dan tukar pengetahuan melalui diskusi dan presentasi dari para akademisi dan praktisi serta memberikan kesempatan kepada pelajar Indonesia dan Amerika untuk bekerja dan berkolaborasi dalam penelitian dan penulisan. Dalam penyelenggaraannya, Asian Society for International Relations and Public Affairs (ASIRPA) selaku koordinator kegiatan bekerja sama dengan Indiana University Bloomington, Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Chicago serta Komunitas Muslim Indonesia di Amerika. Tahun ini merupakan tahun ke-11 dilaksanakannya kegiatan Indonesia Focus Conference dan merupakan kali kedua dilaksanakan di Indiana University Bloomington.
Hadir pada acara tersebut beberapa pembicara utama, yaitu Duta Besar Republik Indonesia untuk Amerika Serikat Mahendra Siregar, Professor of Health Information Management University of Pittsburgh Bambang Parmanto serta Peneliti Utama pada Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pertanian M. Prama Yufdy. Selain pembicara utama, juga terdapat 33 pembicara dari beberapa perguruan tinggi di Indonesia dan Amerika pada sesi paralel. (rr/HUMAS MENPANRB)






