Asia harus mengawal kerja sama regional dan forum global seperti APEC, ASEAN, East
Asia Summit dan G20 dan kerja sama penting lainnya hasil dari RCEP. Forum-forum ini merupakan alat yang sangat kuat untuk Asia memobilisasi kemauan politik dalammemperburuk standar hidup ke level yang belum bisa diketahui. Ketidakpastian dalam pertumbuhan dan investasi juga menyulitkan respons dalam aspek makro. Rantai suplai dan jaringan produksi di Asia mulai merasakan dampaknya. Menurut studi yang dilakukan pada perusahaan multinasional oleh Baker dan Mckenzie menemukan bahwa setengah dari 600 firma yang disurvei mengalami perubahan drastis terhadap sistem rantai pasok mereka. 12 persen memutuskan untuk melakukan perombakan total terhadap sistem.
Kondisi yang tidak menentu ini menyebabkan Ekonomi Asia semakin sulit untuk menghadapi tantangan-tantangannya: pembangunan berkelanjutan, pengentasan
kemiskinan, memperbaiki kondisi lingkungan, mengelola perubahan iklim, merespons transformasi teknologi yang bergerak cepat dan memperkuat sistem politik dan hukum.
Asia membutuhkan kerja sama regional yang kuat untuk menghadapi semua tantangan. Asia harus menanggung harga yang lebih mahal karena berkembangnya kecenderungan isolasi, unilateralisme, dan proteksionisme di kancah global. Oleh karena itu, penting bagi Asia untuk melangkah ke depan dan menunjukkan kepemimpinannya. Ekonomi
Asia harus bersama – sama melindungi kerja sama, integrasi dan tatanan berbasis hukum
yang sudah menopang kesejahteraannya selama ini.
Dalam bidang perdagangan, akar dari terjadinya perang dagang adalah kegagalan
domestik: kegagalan untuk mendistribusikan pendapatan/perolehan perdagangan secara merata. Regulasi perdagangan dunia sangat membutuhkan pembaharuan. Mereka gagal untuk menghadapi isu – isu seperti subsidi, badan-badan usaha miliki negara, arus data lintas batas, teknologi, hak kekayaan properti, jasa, dan banyak lagi yang meningkatkan tensi perang dagang. Mengawal isu-isu tersebut seraya diikuti dengan reformasi WTO dan memperbaharui regulasi perdagangan global harus menjadi prioritas utama untuk Asia.






