Jakarta, Poros Nusantara – Babi merupakan binatang yang rentan terhadap virus.Seperti influenza termasuk yang menyerang manusia dan unggas. Babi juga berpotensi terinfeksi berbagai varian virus pada saat yang bersamaan juga.Gen dari berbagai varian virus itu dapat tercampur dengan yang lain sehingga menghasilakn virus yang baru Lagi.
Untuk menindak lanjuti hal tersebut Jajaran kementrian pertanian melakukan pertemuan khusus Pada hari senin 29 september 2019, Pukul 14:00 di ruangan gedung Karantina yang di pimpin langsung oleh Kementan Ali jamil selaku Ditjen PKH.
Rapat khusus ini membahas masalah virus baru ASF(Afrikan Swine fever/ASF) yang mulai tersebar pada hewan dan unggas.Ini merupakan kasus baru demam babi Afrika.
Virus yang di bawa oleh hewan babi ini termasuk penyakit hewan karantina golongan satu, yang saat ini belum ada di Indonesia.Wilayah batas negara termasuk wilayah rentan masuknya penyebaran virus ini.oleh karena itu segera di tindak lanjuti dengan melakukan penyaringan ketat di zona perbatasan darat laut dan udara. Lewat kerja sama dengan badan perhubungan, agen perjalanan, wisata agar ini dapat di sampaikan langsung.Karena benda angkut, sampah sisa makanan, merupakan sarana bagi virus HSF untuk melakukan menyebarannya.
Informasi lewat media electronic, internet, spanduk, brosur dan lainnya juga gencar di beritakan, supaya masyarakat lekas tahu dan tanggap untuk pengamanan negara terhadap serangan virus ASF ini.dan bagi setiap penumpang yang berasal dari luar Indonesia harus menyatakan deklarasi tertulis saat tiba di pintu kedatangan tentang apa saja yang mereka bawa.
Karna organisasi hewan dunia telah menyampaikan bahwa virus ini sudah menyerang negara Filipina kemudian juga sudah memasuki wilayah Negara timor leste, tentu ini sudah semakin dekat menuju Indonesia.






