Koperasi Bisa Jadi Organisasi Modern Bagi Generasi Milenial

Supaya bisa berkembang dan diterima oleh generasi milenial, Rulli mengatakan koperasi harus dikelola secara profesional dan harus mampu mengadopsi, serta mengantisipasi perkembangan dan dinamika yang terjadi dalam masyarakat. Termasuk di era Digital seperti saat ini.

“Koperasi juga harus mampu memanfaatkan kemajuan teknologi untuk mengembangkan skala usaha dan meningkatkan efisiensi dan efektifitas pengelolaan manajemen dan usahanya, maka kualitas SDM koperasi perlu terus ditingkatkan,” tandasnya.

“Justru di era ini kita tidak hanya bicara mengenai persaingan tetapi juga bicara mengenai kolaborasi atau kerjasama atau sinergi diantara para pelaku usaha. Artinya keberadaan koperasi sangat relevan dengan kondisi era sekarang,” sambung Rulli.

Dalam kesempatan yang sama, Staf Khusus Walikota Semarang Nanas Torade sangat mengapresiasi kegiatan ini dengan memberikan akan mensinergikan Kopma UIN Walisongo dengan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro kota Semarang dan Dinas Kominfo Kota Semarang melalui inisiasi aplikasi bagi Kopma UIN Walisongo.

Sementara itu, Wakil Dekan III Fakultas Syariah UIN Walisongo, Ahmad Izzuddin mengatakan bahwa pihak kampus mendukung kegiatan Gebyar Pendidikan 4500 Anggota Koperasi (PAg) ke-XVI karena melalui Kopma dapat mencetak generasi yang mandiri dan gotong-royong sesuai dengan jati diri koperasi. Izzuddin juga berharap koperasi bisa berkembang mengikuti perkembangan jaman.

Acara pembukaan Gebyar Pendidikan 4500 Anggota Koperasi (PAg) XVI Koperasi Mahasiswa (KOPMA) Walisongo ini juga dihadiri oleh Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Semarang Bambang Suranggono dan perwakilan Dekopinda Kota Semarang Aiptu Yawingun. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *