“Sayang juga kalau karyawan meskipun gajinya besar, tapi di lingkup organisasi pekerja sendiri tidak ada organisasi untuk membina ya bisa gaji abis semua, karena sampai ATM sendiri tidak dipegang sama pekerja (praktik rentenir),” tambah Sudarno.
Menanggapi permintaan itu, Rully mengaku siap memfasilitasi Kopkar Muara Tunggal agar menjadi mitra PLUT Sukabumi. Diharapkan ke depan kedua belah pihak bisa menjalin kemitraan strategis dalam membina anggota koperasi. Dengan demikian Kopkar Muara Tunggal bisa lebih berkembang lagi sehingga memberikan manfaat besar bagi kesejahteraan anggota.
“Kami dari kementerian kalau misalnya ada yang perlu kami bantu, akan kami bantu milsanya koperasinya sudah sehat kita punya pembiayaan, asal sistemnya bisa membuat baik, semuanya aman, mungkin juga ada pelatihan-pelatihan untuk manajemennya, pelatihan koperasinya,” ujar Rully.
“Semoga bisa minjam modal, karena kasihan sekali karyawan kita ini sudah gajinya tidak besar mereka harus menanggung risiko. Semoga ada solusi bagi mereka agar karyawan terbantu kehidupannya sehari-hari,” sambungnya.
Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) KUMKM merupakan salah satu program unggulan Kemenkop dan UKM yang diharapkan mampu mensinergikan dan mengintegrasikan seluruh potensi sumber daya produktif, yang dimiliki pemerintah pusat dan daerah serta stakeholders terkait dalam rangka penyediaan jasa layanan bagi pengembangan usaha KUMKM.
Program PLUT mulai diluncurkan tahun 2013 dan hingga kini telah terealisasi pembangunan 72 unit PLUT yang tersebar pada 26 Provinsi dan 46 kabupaten/kota. Salah satunya ada di Kabupaten Sukabumi.
“Di Kabupaten Sukabumi ada PLUT di situ fungsinya memberikan layanan pendampingan khususnya bagi koperasi, maupun wirausaha yang ingin mengembangkan usahanya. Ibarat ada rumah sakit ada rumah, ada konsultan pendampingnya, nah konsultan pendampingnya itu ya dokter-dokternya,” papar Rahmadi.






