Porosnusantara.co.id, Jakarta – Bertempat di Auditorium Angrek Kampus Bina Nusantara Jakarta Barat Selasa 20 Agustus 2019 yang di hadiri ratusan mahasiswa Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Dr Gatot Eddy Pramono memberikan kuliah umum dengan tema Keamanan Siber : Tantangan Penegakan Hukum dan Kesiapan Polri dalam menghadapi Hoax dan ujaran kebencian di masyarakat.
Dalam kuliah umum yang di hadiri juga Dirkrimsus Polda metro Jaya Kombespol Iwan Kurniawan,kapolres metro jakarta barat Kombespol Hengki tersebut kapolda menjelaskan polri telah meningkatkan kualifikasi kompetensinya dengan:
1 kompetensi pendidikan( educational competence)
2. Kompetensi persaingan teknologi
3. Kompetensi jaringan ( competen in globalization) keunggulan memecahkan national problem,serta membangun hubungan antar lembaga dan penegak hukum dalam negeri dan internasional
4. Kompetensi strategi masa depan( competence in future strategies),penanggulanngan kejahatan dan pembinaan di masyarakat yang berbasis teknologi di masa yang akan datang.
Beliau juga membahas kejahatan siber di era revolusi industri 4.0 saat ini yang membahayakan generasi bangsa yaitu
1. Computer Assited Crime kejahatan yang menggunakan komputer seperti : judi online,pornografi anak, internet fraud dan lain sebagainya
2. Computer Targeted Crime, yaitu bagaimana berita berita hoax di sebarkan,narasi narasi kebencian itu di sampaikan,bagaimana penyebaranya, hingga dampaknya seperti apa kepada masyarakat terutama masyarakat indonesia yang sangat majemuk.
Gatot menjelaskan contoh kasus berita hoax di papua tentang adanya seorang mahasiswa papua di surabaya (18/8) yang meninggal dunia akibat dipukul oleh aparat TNI Polri adalah hoax atau tidak benar , foto tersebut adalah foto korban kecelakaan lalulintas yang meninggal di TKP laka lantas di jalan trikora tepatnya di depan TK paud dok V distrik jayapura utara,selasa (19/2) pukul 7.30 WIT, hal inilah yang bisa membahayakan disintegrasi bangsa karena menurutnya hoax ini bisa menjadi awal suatu negara perang proxy (proxy war) menghancurkan negara indonesia yang bisa menghambat indonesia menjadi bangsa yang besar, karena pertumbuhan ekonomi membutuhkan politik dan keamanan yang stabil.






