Di tempat yang sama, Mufida Jusuf Kalla, menyatakan dukungan penuh Dekranas terhadap kemajuan UKM di seluruh Indonesia, termasuk di Kaltim. Menurutnya potensi produk-produk UKM di Kaltim sangat beragam. Terlebih dengan sumber bahan baku yang melimpah menjadi modal berharga bagi industri UKM di Kaltim.
Meski begitu, perlu ada upaya lanjutan berupa peningkatan kualitas, motif dan ragam produknya agar dapat lebih berdaya saing dan dapat memenuhi permintaan pasar. Oleh sebab itu dia berharap agar Dekranas di daerah aktif melakukan pendampingan dan juga pelatihan agar segala macam persoalan yang dihadapi oleh UKM di daerah dapat segera terpecahkan.
“Faktor yang menenetukan kerajinan adalah desian, makanya pelatihan desain jadi sangat penting karena trennya sangat cepat berubah. Peningkatan inovasi harus dilakukan dengan mempertahankan identitas nasional,” ujar Mufida.
Sementara itu, Bintang Puspayoga dalam sambutannya mengatakan pelatihan yang digelar tersebut sebagai bentuk sinergi dan tanggung jawab pemerintah dengan Dekranas dalam upaya mendorong daya saing UKM di Kaltim. Dikatakannya dalam acara tersebut juga dilakukan peyerahan secara simbolis Nomor Induk Koperasi (NIK), sertifikat HAKI dan merek produk UKM, bantuan Kredit Usaha Rakyat (KUR), penyerahan moda awal bagi wirausahawan pemula dan juga penyerahan dana bergulir.
“Semoga dengan fasilitasi oleh pemerintah tersebut dapat berikan kepastian usaha bagi UKM perajin sehingga usahanya bisa lebuh maju dan berkembang lagi,” kata dia.
Di tempat yang sama, Noorbaiti Isran Noor mengaku bersyukur wilayahnya mendapat perhatian dari pemerintah pusat khususnya Kemenkop dan UKM serta Dekranas. Dengan berbagai bantuan berupa pendampingan, pelatihan dan akses pembiayaan tersebut diharapkan menjadi pelecut bagi pelaku UKM di wilayahnya semakin meningkat. Dengan begitu tingkat kesejahteraan masyarakatnya juga akan lebih baik.







Mantap tampilan porosnusatara