“Ke depan Kementan mentargetkan akan memfasilitasi pembangunan industri olahan berbahan baku jeruk untuk memberikan nilai tambah bagi petani jeruk Sambas dan kabupaten lain di Provinsi Kalimantan Barat. Selain itu, untuk perluasan pasar, petani jeruk Sambas dapat bermitra dengan organisasi Gerakan Kebangkitan Petani Indonesia (Gerbang Tani) maupun perusahaan swasta lainnya,” papar Yanti.
Heri Mustari, Ketua Gerbang Tani Provinsi Kalimantan Barat menyebutkan bahwa daerah Kalimantan Barat memiliki potensi yang sangat optimal untuk mengembangkan tanaman jenis buah – buahan.
“Saat ini Gerbang Tani bergerak di bidang pembibitan berbagai tanaman termasuk buah-buahan. Program Kementan dalam mendukung pengembangan jeruk di Kabupaten Sambas dari hulu hingga hilir disambut baik oleh Gerbang Tani. Kami siap melakukan pendampingan teknis dan membantu petani dalam memasarkan baik produk segar maupun olahan,” jelas Heri.
Yanti optimis, jika semua pihak yang terlibat baik dari petani, pemerintah pusat, pemerintah daerah maupun Gerbang Tani bersinergi, maka jeruk Sambas akan berjaya kembali, bahkan memiliki potensi untuk diekspor ke negara tetangga seperti Malaysia. Kabupaten Sambas merupakan salah satu Kabupaten yang telah memiliki Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Aruk yang berbatasan langsung dengan daerah Serawak-Malaysia.
“Hal ini merupakan peluang untuk dijadikan show window untuk memasarkan produk buah-buahan dan pertaniannya lainnya dari Provinsi Kalimantan Barat. Kementan juga sudah mengembangkan durian dan mangga di daerah perbatasan Sambas sejak tahun 2017 untuk mendukung salah satu program Nawacita Presiden,” tutup Yanti. (Red)






