JERUK SAMBAS MAKIN BERKEMBANG, KEMENTAN TARGETKAN FASILITASI HULU HINGGA HILIR

Porosnusantara.co.id – Kabupaten Sambas merupakan sentra jeruk terbesar di Provinsi Kalimantan Barat. Varietas siem pontianak dan keprok terigas unggul dengan cita rasa manis segar, juicy dan banyak kandungan vitaminnya saat ini dapat dinikmati dimana-mana. Tak heran jika kedua jenis jeruk ini selalu diburu konsumen, terutama keprok terigas yang dikenal sebagai jeruk jenis keprok paling enak di Indonesia.

Dua puluh tahun silam, jeruk sambas mengalami keterpurukan karena adanya serangan penyakit yang menyebabkan Kabupaten Sambas sebagai endemis CVPD. Meski demikian, secara bertahap pengembangan jeruk di Kabupaten Sambas kembali bangkit.

“Dalam beberapa tahun terakhir ini, pemerintah pusat maupun daerah memberikan perhatian khusus terhadap Kabupaten Sambas demi mengembalikan kejayaan jeruknya,” ungkap Kepala Bidang Produksi Hortikultura Dinas Pertanian Kabupaten Sambas, Mubarak beberapa waktu lalu.

Dirinya mengungkapkan bahwa jajarannya secara rutin melakukan sosialisasi pengendalian penyakit jeruk, pemberian pestisida, penyuluhan lainnya kepada para kelompok tani jeruk termasuk sekolah lapang untuk para petani.

“Setiap tahun dilaksanakan sekolah lapang. Pada kegiatan itu disosialisakan penanaman jeruk yang benar atau secara umum mengenai teknis budidaya jeruk,” tambahnya.

Mubarak membeberkan bahwa luas eksisting pertanaman jeruk di Kabupaten Sambas yang berkembang di Kecamatan Tebas, Sebawi, Semparuk dan lain- lain sebesar 8.442 hektare dan 50 persen dari populasi tersebut telah berproduksi.

Setiap tahunnya Kabupaten Sambas mampu memproduksi jeruk hingga mencapai 112 ribu ton. Tak heran jika pada saat panen raya yang biasa terjadi pada Juli-Agustus, jeruk Siem Sambas sangat melimpah yang menyebabkan harga jatuh hingga Rp 2 ribu per kg untuk grade paling rendah yang digunakan sebagai jeruk peras.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *