Porosnusantara.co.id, Jakarta – Sejumlah tokoh nasional/ para tokoh bangsa antara lain Letjen TNI Purn Syarwan Hamid, Permadi, Habib Umar Alhamid, DR Egi Sudjana, Habib Muchsin Al Atas, Jend TNI Purn Sunarko, H.Daud (DMI ) H Amir Hamzah, H Komang, KH Fakhrul Rozi mantan Gubernur Rakyat DKI Jakarta, Prof DR insanial, Mayjen Syamsu Jalal dan Mayjen TNI Purn Kivlan Zen hadir di Roemah Rakyat Jln Tebet Timur Dalam Raya 133. Jakarta, Minggu (5/5/19). Dalam acara Perscon gerakan ” We dont Trust”.
Habib Umar Alhamid selaku tuan rumah dalam sambutannya mengatakan situasi dan kondisi bangsa kita kian hari carut marut. Yang diinginkan masyarakat adil dan jujur jauh dari harapan masyarakat. Yang tersakiti menjadi terobat belum terwujud. Kita lihat kondisi yang ada dengan permainan terstruktur sistematis dan massive
(TSM) .
Habib Umar menambahkan kita yang ada mewakili tokoh- tokoh yang ada di Indonesia. Saya atas nama anak bangsa akan memulai mengedepankan apa yg ada dimasyarakat. Kita bacakan petisi nasional. Semoga menjadi fakta nyata ketidak percayaan masyarakat atas penyelenggaran pemilu jujur dan adil. Habib Muchsin Al Atas menegaskan sekarang kita benar benar berada di tahun politik 2019 dan kancah politik yang luar biasa. Akan tetapi 2019 merupakan sebuah penentu kehidupan nasib rakyat indonesia. Apakah bangsa yang berdaulat atau tertindas.
Lanjut Habib Husin Rakyat dihadapkan pada sebuah kekuasaan yang sudah tidak punya lagi nasionalisme. Menjalankan kekuasaannya sudah tidak peduli lagi dengan Pancasila dan UUD 45.Rakyat ujung-ujungnya dituduh radikalisme. Kedaultan rakyat diinjak-injak Pilpres Pileg penuh dengan kecurangan dan masy tercederai. Bangsa yg tertinds dan terjajah. Kita harus rebut kedaulatan rakyat Indonesia Rakyat mengambil alih kekuasaannya.






