Freddy mengucapkan terimakasih kepada jajaran Direktorat Jenderal Infrastruktur Keagrariaan yang telah mengabulkan permohonan dalam menambah SDM bidang pengukuran di provinsi Sulawesi Utara. Beliau juga menyampaikan ucapan selamat menunaikan Ibadah Puasa dan mohon maaf lahir dan bathin kepada seluruh hadirin yang akan menunaikan ibadah puasa.
Pada saat bersamaan, di ruang sidang Ketua Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN) Yogyakarta, Direktur Pengukuran dan Pemetaan Dasar, Agus Wahyudi beserta timnya dan dihadiri oleh akademisi STPN serta asosiasi profesi (ISI, APSPIG dan MASKI) mengadakan Focus Group Discussion (FGD) untuk merumuskan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) bidang Kadastral. Perumusan yang sudah dimulai beberapa waktu lalu dan diharapkan rampung pada bulan Agustus, akan diberlakukan secara Nasional dan menjadi acuan bagi Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) dalam menguji kompetensi warga masyarakat yang berminat menjadi juru ukur berlisensi di lingkungan Kementerian ATR/BPN.
“Baik lulusan Pelatihan Bidang Survei seperti yang berlangsung di Sulawesi Utara dan 7 (tujuh) provinsi lainnya yang diselenggarakan pada tahun ini dan 15 provinsi pada tahun lalu, lulusan pelatihan yang diadakan oleh Kementerian Ketenagakerjaan di Balai Latihan Kerja maupun lulusan Sekolah Menengah Kejuruan jurusan Geomatika yang tersebar di seluruh Indonesia, akan masuk dalam kategori level 2 yaitu Asisten Surveyor Kadaster (ASK) Pratama,” ujar Agus Wahyudi.
“Sedangkan lulusan D1 STPN dan D2/D3 bidang survei dan pemetaan masuk kategori level 3 disebut ASK Madya serta level 4 ASK Utama yaitu ASK yang sudah berpengalaman. Hal ini selaras dengan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) yang telah ditetapkan melalui Perpres No. 8 Tahun 2012” tambah Agus Wahyudi. (Red)






