Penemuan Situs MEMORIKOTEY di Kabupaten Nabire

Temuan taring babi menunjukkan bahwa mereka juga mengkonsumsi babi. Babi merupakan hewan mamalia hanya terdapat di daratan Papua, sedangkan jenis mamalia yang terdapat di pulau hanya kuskus dan tikus tanah saja.

Keberadaan gigi dan taring babi di Situs Momorikotey menunjukkan bahwa binatang ini didatangkan dari luar, Pulau Kapotar sangat kecil dan tidak memungkinkan babi hidup liar atau dipelihara di pulau ini.

Hal ini membuktikan bahwa pada masa lalu telah terjadi tukar menukar komoditas dengan masyarakat daratan Papua atau daya jelajah dalam berburu mencapai daratan Papua.

Temuan batu tumbuk berbentuk lonjong berfungsi untuk menghaluskan dalam lumpang batu, selain itu batu tumbuk berukuran kecil berfungsi untuk menumbuk biji pinang yang diramu dengan kapur dan dalam ruas bambu kering atau tempurung kelapa.

Batu tumbuk bulat digunakan untuk memecahkan cangkang kerang. Manusia penutur Austronesia di Pulau Kapotar membudidayakan keladi, pisang, sirih dan pinang.

“Mereka tidak mengenal budaya menanam biji-bijian terutama padi, hal ini kemungkinan karena kondisi pulau kecil yang tidak memungkinkan untuk bercocok tanam padi,” ujar Hari.

(sumber : Peneliti Balai Akreologi Papua)

Laporan : Nasarudin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *