Porosnusantara.co.id|
JAKARTA — Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) DKI Jakarta menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema “Strategi Kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Sinergi Pemuda dalam Pengelolaan Sampah Kota yang Berkelanjutan” di Kantor DPD Partai Golkar DKI Jakarta, Jumat (24/4/2026).
Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai sektor, di antaranya Founder Waste4Change, Muhammad Bijaksana Junerosano, praktisi lingkungan sekaligus Founder Green Prosa Arky Gilang Wahab, serta Ketua Panitia Khusus (Pansus) Pengelolaan Sampah DPRD DKI Jakarta, Judistira Hermawan.
FGD ini menjadi forum strategis untuk merumuskan langkah konkret dalam menghadapi persoalan sampah yang kian kompleks di Jakarta. Kolaborasi lintas sektor, khususnya keterlibatan generasi muda, dinilai menjadi kunci dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
Dalam pemaparannya, Arky Gilang Wahab menekankan perlunya perubahan cara pandang terhadap sampah. Menurutnya, sampah tidak lagi harus diposisikan sebagai limbah, melainkan sebagai bahan baku dalam konsep ekonomi sirkular.
“Ketika sampah dipilah sejak dari sumbernya, maka nilainya berubah menjadi material yang dapat dimanfaatkan kembali. Tantangan utamanya ada pada konsistensi masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya penguatan sistem berbasis komunitas seperti bank sampah, serta pemanfaatan teknologi pengolahan, termasuk metode Black Soldier Fly (BSF) untuk mengatasi dominasi sampah organik.
Sementara itu, Muhammad Bijaksana Junerosano menegaskan bahwa pengelolaan sampah memerlukan pendekatan yang menyeluruh dan terintegrasi, dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, sektor swasta, hingga masyarakat.






