1 Abad Goedang Ransom Kota Sawahlunto

Untuk itu, sejumlah inovasi, termasuk menggandeng kemajuan teknologi informasi (TI) harus dipakai untuk mengembangkan museum Goedang Ransoem ini. Sebab tanpa inovasi, maka perjalanannya akan monoton, sehingga tanpa warna, menyebabkan lemahnya kunjungan.

Wawako Zohirin dalam kesempatan itu juga mengusulkan agar seluruh pelajar di “Kota Arang” ini difasilitasi dan diwajibkan untuk berkunjung ke museum – museum di kota itu. Sehingga generasi muda sejak awal dikenalkan dan diakrabkan dengan sejarah kota.

Momen acara puncak 100 tahun Dapur Umum hingga Museum Goedang Ransoem ini juga diwarnai dengan pemotongan tumpeng dan penampilan drama Bahasa Tangsi dari anak – anak Desa Sikalang.

Penampilan drama Bahasa Tangsi ini menyedot perhatian para hadirin, termasuk Wawako Zohirin Sayuti dan Ny. Emnidar Amran Nur serta Erwiza Erman (Peneliti Sejarah Sawahlunto). Bahasa Tangsi, bahasa unik “Sawahlunto Tempoe Doeloe” itu kini telah diakui sebagai warisan budaya tak benda versi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Laporan : Yanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *