1 Abad Goedang Ransom Kota Sawahlunto

Dituturkan Zohirin, potensi wisata sejarah Sawahlunto sangat kaya dan bagus. Maka memaksimalkan potensi tersebut, adalah tugas bersama Pemerintah Kota dan segenap elemen lain, termasuk dukungan masyarakat.

“Kita punya potensi banyak dan hebat. Lihat sejarah, betapa Belanda saja begitu mengistimewakan kita. Ini jangan kita sia – siakan, kita harus mengelola potensi ini dengan baik,” ujar mantan Sekda Sawahlunto itu.

Untuk itu, sejumlah inovasi, termasuk menggandeng kemajuan teknologi informasi (TI) harus dipakai untuk mengembangkan museum Goedang Ransoem ini. Sebab tanpa inovasi, maka perjalanannya akan monoton, sehingga tanpa warna, menyebabkan lemahnya kunjungan.

Wawako Zohirin dalam kesempatan itu juga mengusulkan agar seluruh pelajar di “Kota Arang” ini difasilitasi dan diwajibkan untuk berkunjung ke museum – museum di kota itu. Sehingga generasi muda sejak awal dikenalkan dan diakrabkan dengan sejarah kota.

Momen acara puncak 100 tahun Dapur Umum hingga Museum Goedang Ransoem ini juga diwarnai dengan pemotongan tumpeng dan penampilan drama Bahasa Tangsi dari anak – anak Desa Sikalang.

Penampilan drama Bahasa Tangsi ini menyedot perhatian para hadirin, termasuk Wawako Zohirin Sayuti dan Ny. Emnidar Amran Nur serta Erwiza Erman (Peneliti Sejarah Sawahlunto). Bahasa Tangsi, bahasa unik “Sawahlunto Tempoe Doeloe” itu kini telah diakui sebagai warisan budaya tak benda versi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (Humas) Ransoem dianugerahi penghargaan oleh Pemko Sawahlunto, dalam acara puncak 100 tahun Dapur Umum hingga Museum Gudang Ransoem, Senin (17/12). Para perintis ini adalah mereka yang termasuk dalam penggagas, tim konservasi, pemilik – pemilik koleksi, dan mantan – mantan kepala museum tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *