Wooow……! Fantastis Harga Tanaman Hias Air Mencapai 4,5 Juta

“Tempatkan Iptek pada bagian integral seluruh kegiatan pelayanan masyarakat dan wujud pengabdian kepada bangsa dan negara, baik melalui penyusunan kebijakan dan regulasi, maupun implementasi kelautan dan perikanan. Dengan demikian Iptek dapat menjadi bagian dari kemajuan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Peneliti BRBIH, Dr. Media Fitri Isma Nugraha, Ph.D, M.Si, SP, menyampaikan hasil riset inovasi  ‘Obat Herbal Alami Baru untuk Penyakit Ikan dari Tanaman Air’. “Hal pertama yang dilakukan yakni menginventarisasi seluruh tanaman air di pulau Sulawesi dan mencari active compound / senyawa aktif dari tanaman air  tersebut yang dapat berfungsi  sebagai  obat  herbal  alami  baru  pada  penyakit  ikan,” papar Media.

Lebih lanjut, Media menjelaskan tanaman tersebut  dapat  mematikan pathogen penyebab  penyakit  ikan, diantaranya yakni Edwardsiella ichtaluri, Streptococcus agalactiae, Aeromonas hydrophilla, Flavobacterium columnare, Chromobacterium violeceum dan dapat menghambat quoroum sensing dari bakteri pathogen. “Dari riset ini, kami juga telah menginventarisasi sebanyak 200 spesies tanaman  air  dari  Sulawesi  Selatan,  Sulawesi  Utara  dan  Sulawesi  Tengah dan telah mendaftarkan satu paten,” papar Media.

“Inovasi ini merupakan hasil dari riset kemitraan antara Instalasi Pengendalian Penyakit Patogen Ikan – BRBIH dengan (BB Biogen Kementan, Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, Politeknik Pertanian Negeri  Pangkep  Sulsel, Universitas Sam Ratulangi Manado dan Universitas Tadulako Sulawesi Tengah,” tuturnya.

Laporan : Windarto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *