“Tempatkan Iptek pada bagian integral seluruh kegiatan pelayanan masyarakat dan wujud pengabdian kepada bangsa dan negara, baik melalui penyusunan kebijakan dan regulasi, maupun implementasi kelautan dan perikanan. Dengan demikian Iptek dapat menjadi bagian dari kemajuan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, Peneliti BRBIH, Dr. Media Fitri Isma Nugraha, Ph.D, M.Si, SP, menyampaikan hasil riset inovasi ‘Obat Herbal Alami Baru untuk Penyakit Ikan dari Tanaman Air’. “Hal pertama yang dilakukan yakni menginventarisasi seluruh tanaman air di pulau Sulawesi dan mencari active compound / senyawa aktif dari tanaman air tersebut yang dapat berfungsi sebagai obat herbal alami baru pada penyakit ikan,” papar Media.
Lebih lanjut, Media menjelaskan tanaman tersebut dapat mematikan pathogen penyebab penyakit ikan, diantaranya yakni Edwardsiella ichtaluri, Streptococcus agalactiae, Aeromonas hydrophilla, Flavobacterium columnare, Chromobacterium violeceum dan dapat menghambat quoroum sensing dari bakteri pathogen. “Dari riset ini, kami juga telah menginventarisasi sebanyak 200 spesies tanaman air dari Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara dan Sulawesi Tengah dan telah mendaftarkan satu paten,” papar Media.
“Inovasi ini merupakan hasil dari riset kemitraan antara Instalasi Pengendalian Penyakit Patogen Ikan – BRBIH dengan (BB Biogen Kementan, Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, Politeknik Pertanian Negeri Pangkep Sulsel, Universitas Sam Ratulangi Manado dan Universitas Tadulako Sulawesi Tengah,” tuturnya.
Laporan : Windarto






