“Selain itu, juga masih terbatasnya intensif, dan mekanisme pendaan untuk Pembangkit listrik Tenaga Suray , PLTS bersifat tidak ditranformasikan. Kemudian terbatasnya kemampuan jaringan, terbatasnya SDM energi listrik tenaga surya serta masih dominan kandungan impor dalam PLTS.
Kendati demikian, EBTKE sudah menyiapkan beberapa strategi untuk menjawab tantangan tersebut, diantaranya smart micro grid, smart mini grid, atau peningkatan kerja sama dengan negara-negara maju. Terkait dengan masih dominasi kandungan impor, strategi yang dilakukan adalah hilirisasi industri.
Laporan : Windarto





