Dua hari setelah menerima tawaran itu, cerita Edi. “Kontituens tadi menghitung total biayanya. Dua hari kemudian, dia telepon saya, dan mengatakan tidak sanggup membiayai itu semua,” kata Edi.
“Nah, oleh karena itu, kita kumpulkan jadi satu tempat yang terhormat agar penghargaan itu jauh lebih bermakna, kalau kita bisa berkumpul bersama, saling memberi ucapan selamat, saling bertepuk tangan bersama sambil berbagi kebahagiaan dengan yang lain. Setelah itu, baru ia tersadar. Itulah makna kebersamaan,” ujarnya.
Edi mengharapkan dengan pagelaran penghargaan ini, akan dapat menambah sahabat, bisa sharing dan akan muncul bisnis baru. “Seperti tadi ada yang presentasi dari Anugerah Kasih Investama, saya kira yang disampaikan adalah sesuatu yang spektakuler, bisa kita kembangkan dan jalankan. Tentu disitu ada unsur bisinisnya atau uangnya. Dan ini adalah suatu hal yang baru,” katanya.
“Oleh karena itu, saya ingin Yayasan Bagun Indonesia Dengan Cinta membuat perkumpulan yang terdiri dari orang-orang yang telah diberikan anugerah, bersifat independen, dari kita oleh kita, tapi bukan perkumpulan bisnis, tapi lebih pada perkumpulan pada moral dan sebagainya,” kata.
Laporan : Windarto.






