“Kemudian, 5 neon tadi dinyalakan tanpa menggunakan Enter Indonesia, Tang Amper menunjukan 1,1 amper. Kalau 1 amper sama dengan 220, berarti 1,1 amper menjadi 240 amper. Ternyata untuk menghidupkan lampu yang berkekuatan 90 watt, membutuhkan 240 watt. Berarti kita rugi 120 watt,” jelasnya
Lebih lanjut, Ia menerangkan setelah dipasang Enter Indonesia untuk mengetahui jumlah penyesuaian. Ternyata, pada alat amper analog menunjukan 0,7 dan di Tang Amper juga sama menjukan 0,7. “Jadi, kalau 0,7 dikalikan 220 menjadi sekitar 110 watt. Kalau tadi sebelum pakai Enter Indonesia 240 watt, sekarang menjadi 110 watt,” tuturnya.
Pembuktian kedua yang start awalnya hilang. “Dalam keadaan tidak pakai Enter Indonesia, lampu dimatikan. Setelah itu, dihidupkan lampu neonnya, begitu dinyalakan ada lonjakan, 1,1 amper bahkan ada yang sampai 1,3 amper. Inilah yang disebut star awal,” katanya.
Nah, sekarang setelah dipasang Enter Indonesia, ternyata tidak ada lonjakan pada Tang Amper. “Jadi, kapanpun konsumen listrik menghidupkan perabot elektroniknya, daya kecil atau daya besar, KWh meter tetap stabil sehingga dengan memakai Enter Indonesia konsumen hanya membayar listrik yang kita pakai,” ujar Edi.
Info lebih lanjut hubungi WA : 08111540620
Laporan : Windarto






