Satu hal yang tidak boleh dilupakan adalah kemajuan penilaian terhadap imej DPR di mata publik, setelah terjadi pergantian Ketua DPR dari Setya Novanto yang mendekam di penjara Sukamiskin karena kasus korupsi E-KTP, kepada Bambang Soesatyo selaku Ketua DPR yang dilantik Januari 2018. “Ketua DPR yang satu ini, bisa dibilang cukup sering disorot media sehingga publik pun cukup merasa familiar dengan nama tersebut. Ini bisa dibuktikan dari 26,5 responden yang menjawab dengan benar ketika ditanya siapa nama ketua Umum DPR sekarang,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan dibawah kepemimpinan Bamsoet, panggilan akrap ketua DPR ini, publik pun menilai bahwa kerja DPR mengalami perbaikan. “Sebesar 39,5 dari jumlah peserta mengakui hal tersebut. Di masa jabatan yang masih berusia kurang dari satu tahun, Bamsoet sudah bisa meraih kepercayaan rakyat sebanyak itu,” imbuhnya.
“Hal ini membuktikan kalau publik percaya Bamsoet bias menjadi salah satu saluran yang mewakili suara mereka. Namun dengan meningkatkan kepercayaan rakyat pada DPR, bisa dipastikan kalau ini bukanlah pekerjaan rumah yang berat baginya. Apalagi ditambah dengan kemajuan teknologi informasi untuk memperoleh berita pastinya bisa memanfaatkan untuk menyelesaikan pekerjaan rumah ini,” ungkapnya.
Merasa Sureprice
Menanggapi hasil survey tersebut, Ketua DPR, Bambang Soesatyo merasa tersanjung. “Saya agak sureprice bahwa berdasarkan hasil survey Charta Politika, DPR naik kelas walaupun masih banyak tantangan-tantangan yang harus kita selesaikan terutama dalam memasuki tahun politik, dimana waktu kerja DPR pasti sangat terganggu dengan adanya agenda politik. Misalnya, memenangkan calon presiden masing-masing dan memenangkan diri sendiri yang mencalegkan lagi supaya bisa lolos kembali menjadi anggota DPR,” ujarnya.





