Rektor UMK Titip Pesan Buat 52 Pejabat Struktural yang Dilantik

Untuk itu lanjut Zainur, mulai saat ini harus berpikir besar. Sehingga tidak boleh ada yang berpikir soal eselonisasi karena perintah Undang – Undang tidak boleh pakai jabatan eselon bagi seorang dosen. Jabatan struktural di lembaga ini erat kaitannya dengan loyalitas pada perserikatan Muhammadiyah, loyalitas pada pimpinan tinggi Muhammadyah di pusat, sehingga apapun keputusan harus dilaksanakan secara konsisten. ” Jangan aneh – aneh, kalau kita sudah menyatakan sebagai seorang Muhammadiyah maka tunduk, patuh dan taat pada pimpinan pusat Muhammdiyah. Selain itu loyalitas pada institusi tempat kita bernaung, bekerja mencari nafkah. Loyalitas pada pimpinan perguruan tinggi apakah rektor, wakil rektor, dekan harus saling loyal dan taat azas “, tegasnya.

IMG-20180424-WA0002

Menurutnya, pejabat struktural harus bisa bekerjasama dengan orang lain. Pintar sekalipun tidak menjamin buat Muhammadiyah kalau tidak bekerjasama dengan semua level baik vertikal maupun horisontal. Selain itu yang diperhatikan adalah kemampuan intelektual, akademis.

” Tugas kita semua sekarang adalah menjaga stabilitas lembaga ibarat dua sisi mata uang. Mau bertumbuh maka jaga stabilitas, jangan statis. Sama dengan negara kalau mau maju maka jaga stabilitas. Dalam piagam PBB mengatur bahwa semua orang harus bebas dari rasa takut artinya keamanan dan kenyamanan. Bagi yang merongrong institusi ini tidak akan diberi tempat samasekali “, kata Rektor Zainur.

Menurutnya, dalam sistem sosial itu semuanya saling terkait tidak boleh ada kekacauan dimana – mana. Perlu dijaga stabilitas untuk mendapatkan pemulihan kepercayaan. Pada era digital sekarang ini maka yang diperhatikan adalah mengikuti perubahan. Jika lembaga ini tidak berubah maka akan ditinggalkan orang – orang karena perubahan teknologi sekarang begitu cepat.  ” Kita berbangga bahwa peringkat UMK secara nasional hampir 4.900 perguruan tinggi di Indonesia kita menempati urutan ke 432. Untuk di NTT silahkan dicek berapa urutan kita. Ini kerja keras kita semua. Tapi jangan kita berpuas hati. Kita mau maju tetap tenang dan terus bergerak maju. Kita semua juga harus menguasai komputerisasi “,  jelasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *