Nilai jual lain dari Kopi Kindang merupakan produk organic yang terbebas dari sentuhan pestisida. Karena Kopi Kindang tumbuh di kawasan khusus bekas letusan Gunung Purba berketingian 800-1800 M. Yusuf juga menjelaskan jika mendapat sentuhan barista yang memiliki kemampuan meracik kopi dengan rasio takaran dan penyeduhan yang tepat, Kopi Kindang akan terasa sekali kelebihan dan keunggulannya.
“Aroma berkualitas juga dihasilkan oleh roaster yang memiliki nalar dan insting dalam membuat proses roasting berstandar, sampai menjadi roasted beans yang cocok untuk diolah secara sempurna,” ujarnya.

Akhirnya apa yang selama ini dikampanyekan Yusuf dengan caranya dari tanah rantau, perlahan dan pasti mendapat sambutan manis semua pihak. Selain dari para petani kopi dan masyarakat pecinta kopi juga pemerintah Kabupaten Bulukumba yang berjanji akan memberikan perhatian lebih terhadap komoditas unggulan daerah ini.
Bupati Bulukumba, Kol. Purn. Andi Sukri A Sappewali akan terus mendorong produk lokal untuk terus berinovasi dalam meningkatkan value produk. Terutama terhadap produk kopi dengan brand Kindang Coffee.
Sebelumnya apresiasi serupa juga telah dicetuskan Wakil Bupati Bulukumba, Tomy Satria. Dia begitu responsif terhadap langkah dan usaha anak muda Bulukumba di perantauan dalam memperkenalkan Kopi Kindang. “Kami sangat mengapresiasi anak muda yang optimis dan keren yang terus berjuang demi kopi Bulukumba mamu berkibar di Nusantara,”katanya melalui jejaring Facebook.
Tomy pun berharap upaya ini bisa membantu masyarakat petani kopi di Kindang sehingga lebih sejahtera sesuai visi Kabupaten Bulukumba.
Pemerintah Kabupaten Bulukumba pun kini menjadikan daerah Kindang sebagai tujuan wisata alam. Pada 2018, kalangan muda daerah tersebut juga menggagas program visit Kindang, dengan demikian diharapkan Kopi Kindang akan menjadi salah satu oleh-oleh khas bagi wisatawan.
(N Kalim/Slamet W)






