Kindang Coffee Cara Anak Muda Bulukumba Kenalkan Kopi pada Dunia

Adalah Muhamad Yusuf sang founder dan pencetus Kindang Coffee. Pria berpawakan ramping ini panjang lebar mendiskusikan komoditi daerahnya kepada Poros Nusantara di salah satu kedai kopi top di Jakarta, Jumat (23/3). Dia banyak bermimpi perihal kopi asli daerahnya. Dari sisi ekonomi, dia ingin memberi persepsi kopi bisa menjadi solusi ekonomi. Dengan menganjurkan pada masyarakat agar kembali giat menanam kopi.

Selanjutnya akan terus mengedukasi masyarakat bahwa kopi merupakan komoditi yang mejanjikan. Dengan memberi pengetahuan akan kopi dan dampak nilai ekonomisnya yang tinggi mereka pasti akan menjadikan kopi pilihan untuk terus dibudidayakan.

Sedangkan kepada masyarakat dunia, khususnya pecinta kopi Yusuf sebegai pemerhati Kelautan dan Perikanan Calon Doktor Ilmu Administrasi Publik UI, giat mempromosikan bahwa Kindang Coffee ini dari jenis Arabica dan Robusta dari biji kopi pilihan yang telah ditanam turun-temurun oleh masyarakat Kindang, yaitu di daerah Borong Rappoa, Assaya, Na’na, Bontoa, Kayuberangan, Benteng Senggang, dan desa-desa di sekitar danau Kahayya.

Ditanaman diatas permukaan laut dengan ketinggian hingga ribuan meter dpl, tepatnya di kaki gunung Lompobattang dan Bawakaraeng, Bulukumba, Sulsel.

Yusuf menegaskan Kindang Coffee ini memiliki karakteristik yang unik dengan aroma harum dan cita rasa yang nikmat. Serta dipercaya membawa khasiat mampu memberikan staina yang kuat. Di setiap ada kesempatan Yusuf dengan tak bosan terus mengkapanyekan Kindang Coffee, yang tak lain merupakan produk lokal dan kini telah menjadi komoditi utama yang diperdagangkan sejak dulu hingga ke daratan Eropa. Dibawa oleh para pelaut-pelaut tangguh orang-orang Bulukumba, khususnya orang di Bonto Bahari (Panrita) yang ahli membuat Kapal Phinisi melegenda ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *