SLBN Weri Dapat Bantuan CSR MANDIRI BUMN

Larantuka, Poros Nusantara – Sekolah Luar Biasa  Negeri (SLBN) Weri, di Kelurahan Weri, Kecamatan Larantuka, Kabupaten Flores Timur NTT, mendapat bantuan corporate social responsibility (CSR) Mandiri BUMN. Menteri BUMN, Rini Soemarno, akan menyerahkan bantuan tersebut secara simbolis.

Dalam siaran Pers Biro Humas Setda NTT disebutkan bahwa Kepala SLB Negeri Weri, Margaretha Maria Lewar, Rabu (7/3/2018),  mengatakan sejak Januari 2018. Pihaknya telah mendapat pemberitahuan dari Kementerian BUMN terkait adanya bantuan CSR Mandiri BUMN kepada SLB Weri, Margaretha Maria Lewar menyebut bantuan CSR Mandiri perusahan lingkup BUMN telah diberikan kepada sekolahnya. “Bantuan dari sejumlah perusahaan telah diberikan dan dengan adanya kunjungan Menteri BUMN hari ini dalam bentuk penyerahan secara simbolis”, katanya.

BACA JUGA  PERAN CAMAT DIPERKUAT DI ERA OTONOMI DAERAH

Dijelaskan Margaretha Maria Lewar, bantuan yang telah direalisasi berupa pembangunan taman baca dan Lopo, renovasi toilet sekolah dan pengadaan meja kuris dari PT Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia (BRI), melalui bantuan CSR membangun pagar sekolah dan pembangunan rumah tata boga. Dilanjutkannya,  dengan bantuan dari PT Telkom, aplikasi sistem pembelajaran informasi teknologi bagi siswa Tuna Rungu dan bantuan berasal dari PT PLN persero berupa instalasi listrik pada SLB Negeri Weri. “Kami sejak Januari 2018 telah mengajukan proposal kepada empat perusahan berbeda, sesuai permintaan dari Kementerian BUMN”, jelas Margaretha Lewar.

BACA JUGA  Kementerian PUPR Pastikan Kesiapan Jalan Tol dan Jalan Nasional untuk Mudik Lebaran 2022

SLB Negeri Weri, awalnya didirikan dengan nama Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB) pada tahun 1986. Kemudian mengalami peningkatan status sesuai nomenkelatur, menjadi SLB Negeri Weri dengan tingkatan sekolah dari SD, SMP dan SMA (kelas 1 sampai kelas 12). Siswa atau Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) yang mengenyam pendidikan di SLB Negeri Weri, berjumlah 144 siswa, yaitu Tunanetre (A), Tunarungu (B), Tunagrahita (C), Tunadaksa, Tunalaras(E) dan Down Sindrom (anak dengan keterbelakangan pertumbuhan fisik dan mental).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *